Kamis, 14 November 2019 | 18:02 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Selasa, 14 Mei 2019 22:00

Dermaga Multipurpose Pelabuhan Trisakti Belum Comply ISPS Code, Ini Langkah Pelindo III

Aidikar M. Saidi

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Banjarmasin mengakui terlambat menyiapkan fasilitas dermaga multipurpose sesuai dengan aturan ISPS Code di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Sebenarnya bukan lamban, tapi memang dulu tidak pernah diminta karena ISPS Code itu diharuskan hanya kapalnya, tapi ternyata pelabuhan juga harus ISPS Code," ujar Boy Robyanto, CEO Regional Kalimantan Pelindo III Cabang Banjarmasin kepada Translogtoday, Selasa (14/5).

Ketika ditugaskan di Cabang Banjarmasin, tutur Boy, dia mencoba berbicara mengenai aturan. Dia lalu mendorong agar proses yang pernah dikerjakan sebelumnya segera dilanjutkan.

Dia mengakui baru mengajukan surat rekomendasi ISPS Code kepada Kepala Syahbandar dan Otoritas (KSOP) pada 20 Maret 2019.

Sebab pihaknya harus menyiapkan dahulu fasilitas dan menunjuk konsultan. Prosesnya sejak 2018, tetapi baru dipercepat setelah dia ditugaskan sebagai CEO Regional Kalimantan Pelindo III Cabang Banjarmasin pada 1 Desember 2018.

"Kami tengah menunggu surat rekomendasi dari KSOP untuk dapat diproses oleh tim Ditjen Perhubungan Laut," ujarnya.

Perlu diketahui, jelas Boy, dermaga Trisakti sudah memiliki fasilitas yang complay ISPS Code sepanjang 600 meter dari kade meter 500 ke kade meter 1100 untuk dermaga Terminal Peti Kemas Banjarmasin (TPKB).

“Jadi yang sudah comply ISPS Code baru Dermaga TPKB, tapi untuk multipurpose memang belum,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan empat kapal curah sudah tiga minggu terkatung-katung di luar dam pelabuhan karena tidak mendapat ijin sandar di Pelabuhan Trisakti oleh KSOP.

Keempat kapal itu yakni MV Thai Binh 36 dengan muatan amonium nitrat milik PT Mexis dan diageni oleh PT Andhini Samudera Jaya.

MV Nashico 08 bermuatan amonium nitrat milik PT Pindad (Persero) dengan agen pelayaran PT Tri Daya Laju, MV Lang Mas III bermuatan alat konstruksi dengan agen PT Arpeni, dan Eastern Jade bermuatan amonium nitrat milik PT Dahana (Persero) dengan agen PT Tri Daya Laju. (hlz/hlz)


Komentar