Selasa, 12 November 2019 | 23:27 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Rabu, 15 Mei 2019 21:12

Produktivitas TPK Domestik Belawan Meningkat, Pelayaran Apresiasi

Aidikar M. Saidi

JAKARTA -

Penambahan alat baru berhasil memacu produktivitas bongkar muat peti kemas domestik di Pelabuhan Belawan. Kini produktivitas tertinggi di pelabuhan itu sudah mencapai 60 boxes/ship/hour (BSA).

Hal tersebut diungkapkan General Manager Terminal Petikemas Domestik Belawan (TPKDB) PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Indra Pamulihan saat dihubungi Translogtoday, Rabu (15/5).

Menurut dia, produktivitas bongkar muat peti kemas selama 2018 rata-rata BSA sudah mencapai 37,69 atau di atas standar Ditjen Perhubungan Laut yang ditetapkan sebesar 32.

"Untuk 2019 produktivitas bakal lebih meningkat, termasuk throughput," ujar Indra. Produktivitas tersebut diapresiasi sejumlah perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal pada rute Jakarta-Belawan.

Menurut Direktur Utama PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (Temas) Sutikno Khusomo, pelayanan bongkar muat peti kemas domestik di Belawan semakin membaik setelah penambahan alat alat baru.

"Kini sudah tidak terjadi lagi muatan balik tertinggal atau tidak terangkut akibat produktivitas bongkar muat rendah" kata Sutikno yang didampingi Teddy Arief Setaiwan, Direktur Operasional Temas.

Teddy mengungkapkan, dahulu memang sering terjadi muatan balik tertinggal karena windows habis sebelum muatan selesai dimuat. "Kini kapal sudah bisa on time dan muatan bisa terangkut semua," ujarnya.

Indra menambahkan, saat ini bila ada masalah selalu dibicarakan bersama dengan semua perusahaan pelayaran yang sudah kontrak windows dengan TPKDB.

Dia mengatakan peningkatan produktivitas itu terjadi setelah TPKDB dapat tambahan 2 crane STS (Ship-to-Shore) pada akhir Maret lalu, menyusul kehadiran tambahan 4 unit RTG. Produktivitas dan throughput terminal tersebut diprediksi bakal terus meningkat.

Mengacu pada angka throughput peti kemas 2018 sebesar 503.951 TEUs dan kunjungan kapal sebanyak 330 call, terjadi pertumbuhan dibandingkan dengan 2017 yang tercatat 476.112 TEUs dengan 351 call.

"Kunjungan kapal (call) kami memang menurun, sebab kapal yang sandar mulai memakai kapal-kapal besar," tuturnya.

Menurut Indra, pihaknya punya pelanggan perusahaan pelayaran yang telah menggunakan windows system di TPKDB, antara lain Tanto Intim Line, Meratus Lines, Tempuran Emas Tbk, Salam Pacifik Indonesia Lines (SPIL), dan Caraka Tirta Perkasa.

"TPKDB siap menerima kehadiran perusahaan pelayaran yang ingin menambah atau membuka service lagi ke Belawan karena windows masih kosong untuk Sabtu dan Minggu." kata Indra.

Saat ini, ungkapnya, YOR (yard occupancy ratio) atau tingkat kepadatan CY (container yard) rata-rata bekisar 50%. Apalagi kini TPKDB didukung oleh 6 unit fasilitas container crane.

Selain produktivitas BSH, kinerja pelabuhan yang cukup menarik perhatian adalah tingkat pemakaian dermaga atau Berth Occupancy Ratio (BOR) di TPKDB tercatat sudah mencapai 76,71%, lebih tinggi dari standar Ditjen Perhubungan Laut sebesar 70%. (hlz/hlz)


Komentar