Selasa, 25 Juni 2019 | 00:13 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Penerbangan
Senin, 20 Mei 2019 21:22

Patuhi KM 106/2019, Maskapai Penerbangan Sesuaikan Tarif Pesawat

Translog Today

MEDAN - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memantau penerapan tarif pesawat kelas ekonomi domestik berdasarkan KM 106 Tahun 2019 yang berlaku efektif mulai 18 Mei.

Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh Otban Wilayah II Medan terhadap maskapai Garuda Indonesia, Citilink dan Sriwijaya Air di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, tidak ditemukan pelanggaran aturan baru tersebut.

"Hasil pemantauan terkait dengan penerapan tarif penumpang kelas ekonomi dengan keberangkatan Bandara Kualanamu tidak ditemukan pelanggaran atas aturan KM 106 Tahun 2019," kata Dirjen Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, Senin (20/5).

Dia menegaskan pihaknya akan terus memantau tarif penerbangan sesuai dengan KM 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Dalam Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Dalam KM yang terbit pada 16 Mei itu, maskapai diminta menurunkan tarif batas atas 12%-16%.

"Kami terus melakukan pemantauan terhadap maskapai dalam memberlakukan tarif agar tidak melebihi ketentuan sehingga masyarakat dapat menjangkaunya," ujar Polana.

Selain di Otban Wilayah II Medan, inspeksi terkait penerapan KM 106 Tahun 2019 juga dilaksanakan di Balikpapan melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan.

Hasil inspeksi oleh inspektur angkutan udara Kantor Otbandara Wilayah VII Balikpapan menyampaikan bahwa Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU) telah menerapkan tarif sesuai aturan baru.

Inspeksi dilakukan terhadap lima BUAU yaitu Garuda Indonesia dengan 5 rute penerbangan, Batik Air sebanyak 3 rute, Sriwijaya Air sebanyak 8 rute, Lion Air sebanyak 13 rute dan Citilink sebanyak 5 rute.

Polana mengatakan Ditjen Hubud selama musim angkutan Lebaran ini akan melakukan pengawasan terkait dengan tarif tiket pesawat.

"Ditjen Hubud sebagai regulator diberikan mandat untuk mengatur dan mengawasi tarif untuk melindungi konsumen dari tarif pesawat yang tinggi, serta menjaga persaingan sehat di antara maskapai nasional," ujarnya. (hlz/hlz)


Komentar