Selasa, 25 Juni 2019 | 01:07 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Kamis, 23 Mei 2019 12:27

Temas Dukung Kegiatan TPK Internasional Belawan Pindah ke Kuala Tanjung

Aidikar M. Saidi

JAKARTA - Kegiatan terminal peti kemas (TPK) internasional dinilai perlu dipindahkan dari Pelabuhan Belawan ke Pelabuhan Kuala Tanjung agar bisa mengakomodasi kepentingan barang ekspor transhipment.

Salah satu perusahaan pelayaran, PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk, bahkan siap mendukung PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) selaku pengelola Belawan apabila memindahkan kegiatan TPK internasional itu ke Kuala Tanjung.

"Temas akan menjadi perusahaan pelayaran pertama sebagai mengumpul muatan ekspor transhipment dari Aceh ke Kuala Tanjung," ujar Sutikno Khusomo, Direktur Utama Temas, Kamis (23/5).

Selain Aceh, lanjut Sutikno, bisa saja muatan ekspor dari pelabuhan lainnya dengan melakukan direct call (pelayaran langsung) dari Indonesia Timur menyinggahi Kuala Tanjung.

Direktur Utama PT Prima Multi Terminal Robert Sinaga mengatakan Temas Line akan menjadikan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) sebagai tanshipment port dengan rutin sandar setiap minggu.

Dua kapal milik Temas Line adalah MV Situ Mas dan MV Segoro Mas sandar di KTMT yang dikelola oleh PT Prima Multi Terminal, anak perusahaan Pelindo I, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya pada Selasa (21/5).

MV Situ Mas dengan panjang 215 meter dan bobot 27.915 ton yang membawa semen dari Jakarta dan membongkar muatan sebanyak 219 boks di KTMT. Adapun, MV Segoro Mas memiliki panjang 96,5 meter dan bobot 3.000 Ton membongkar muatan 140 boks dan muat 120 boks.

"Dua kapal sekaligus milik Temas berangkat dari Jakarta sandar di KTMT pada Selasa, 21 Mei 2019. Temas berkomitmen untuk rutin mengirimkan kapalnya untuk sandar di Kuala Tanjung," katanya.

Tidak Keberatan

Sementara itu, General Manager Belawan Internasional Container Terminal (BICT) Aris Zulkarnain mengaku tidak keberatan apabila terminal internasional dipindahkan ke Kuala Tanjung.

Hal itu mengingat kapal kapasitas besar dapat dilayani di Kuala Tanjung, sedangkan di Belawan alur masuk sangat terbatas sehingga sulit untuk mendatangkan kapal besar.

Namun dia mengatakan throughput peti kemas di BICT sebagai cabang Pelindo I diprediksi terus tumbuh setelah pencapaian kinerja BSH yang menunjukkan peningkatan signifikan.

"Kami berkeyakinan realisasi throughput peti kemas akan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya kinerja produktivitas BSH di BICT dalam lima tahun terakhir," tuturnya.

Menurut Aris, saat ini throughput BICT meningkat walaupun tidak tajam. Untuk 2018 tercatat 586.299 TEUs dengan 576 call (kunjungan kapal) 9 pelayaran, sedangkan tahun 2017 sebesar 526.039 TEUs oleh 10 pelayaran dengan 547 call.

Selain throughput, produktivitas merupakan kebanggaan BICT khususnya bagi pendukung windows system. Sebut saja BSH untuk tahun 2018 rata-rata sebesar 52,34 yang jauh di atas standar Ditjen Perhubungan Laut.

Aris menambahkan, upaya pembenahan sumber daya manusia pun diterapkan di BICT guna meningkatkan produktivitas perusahaan yang hanya dapat direalisasikan oleh pekerja andal.

"Konsisten dalam produktivitas dibutuhkan para pelanggan, pencapaian BSH kami didukung sumber daya manusia yang kompeten walaupun fasilitas alat bongkar muat kami masuk golongan produk lama," pungkasnya.
(hlz/hlz)


Komentar