Selasa, 25 Juni 2019 | 01:08 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Minggu, 26 Mei 2019 21:19

Tanto Line Datangkan Reefer Container ke Pelabuhan Teluk Bayur

Aidikar M. Saidi

PADANG - Perusahaan pelayaran PT Tanto Intim Line mendatangkan peti kemas berpendingin (reefer container) ke Pelabuhan Teluk Bayur Padang untuk mengangkut produk ekspor.

"Fasilitas reefer container ini diharapkan dapat mengangkut ikan dan buah segar untuk ekspor melalui transhipment ke Pelabuhan Tanjung Priok," ujar Manager Area IPC TPK Teluk Bayur, Kristianto Edi Sarjono kepada Translogtoday, Jumat (25/5).

Saat ini, reefer container baru digunakan untuk mengangkut produk ice cream dari Jakarta. Masuk ke Pelabuhan Teluk Bayur mulai 15 Mei sudah dua kali pengapalan, dimana setiap pengapalan mengangkut 5 sampai 6 boks.

Iwan Dermawan, Manager pemasaran PT Tanto Intim Line, mengakui reefer itu belum banyak didatangkan ke Pelabuhan Teluk Bayur karena muatannya baru one way. "Ini baru memuat dua kali pengapalan," ujarnya.

Sebelumnya Direktur Utama PT Pandawa Lima, Hendrik Algamar-perusahaan forwarder di Jakarta, mengatakan biaya Terminal Handling Charge (THC) di Pelabuhan Teluk Bayur paling murah di Indonesia, yakni Rp650.000 per boks dan hingga kini tidak ada kenaikan.

"Sehingga menghemat biaya logistik untuk pengiriman barang dari dan ke kawasan Sumatera Barat," katanya.

Data IPC TPK Teluk Bayur menunjukkan, arus peti kemas di pelabuhan utama di Sumatera Barat itu cenderung terus meningkat. Pada 2015-2018, bongkar muat peti kemas rata-rata tumbuh 7% per tahun.

Kristianto menjelaskan, throughput TPK Teluk Bayur dalam laporan tahunan perusahaan pada 2012-2018 mengalami pertumbuhan walau tidak signifikan.

"Kami berupaya memprioritaskan pelanggan agar mereka tetap tertarik menggunakan peti kemas di Teluk Bayur, baik bongkar maupun muatan balik," tutur Kristianto.

Kinerja bongkar muat peti kemas IPC TPK Teluk Bayur cukup produktif dengan fasilitas Gantry Luffing Crane, indikatornya didasari pencapaian box crane per hour (BCH) 22,5 atau di atas standar Ditjen Perhubungan Laut sebesar 18, serta box ship per hour (BSH) mencapai 39,62 dari standar 24.

Selain itu, didukung berth occupancy ratio (BOR) 60,5 dan mengacu pada yard occupancy ratio (YOR) yang masih di bawah 50%.

Dia menyebutkan throughput peti kemas IPC TPK Teluk Bayur pada 2015 sebesar 68.629 TEUs, kemudian pada 2016 sebesar 73.162 TEUs, tahun berikutnya 78.369 TEUs, dan pada 2018 mencapai 84.859 TEUs.

Melayani kegiatan bongkar yang didominasi oleh barang konsumsi, dan kegiatan muat meliputi komoditas semen, karet, cocoa, coconut milk (santan), batu perlit, serta gambir.

Sedikitnya ada 4 perusahaan pelayaran yang membuka rute regular Tanjung Priok - Teluk Bayur dan dalam sebulan ada 20 call (kunjungan) ke Pelabuhan Teluk Bayur.

Keempat pelayaran itu adalah PT Meratus Lines 6 sampai 8 call sebulan, PT Tanto Intim Lines 4 call, PT Tempuran Emas Tbk sebanyak 4 call, dan PT Salam Pasifik Indonesia Lines (SPIL) 6 call. (hlz/hlz)


Komentar