Selasa, 25 Juni 2019 | 00:47 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 27 Mei 2019 10:00

Usaha Varuna Tirta Prakasya Stabil meski Arus Barang Curah di Teluk Bayur Turun

Aidikar M. Saidi

Usaha logistik PT Varuna Tirta Prakasya (Persero) atau VTP di Pelabuhan Teluk Bayur Padang masih stabil meskipun arus barang curah melalui pelabuhan utama di Sumatera Barat itu menurun.

Branch Manager VTP Cabang Teluk Bayur, Yahya Yulianto mengatakan kegiatan VTP tidak terpengaruh oleh penurunan arus barang impor dan ekspor serta domestik melalui Pelabuhan Teluk Bayur.

"Perolehan VTP cabang Teluk Bayur masih stabil, kendati arus barang di pelabuhan ini turun" ujarnya kepada Translogtoday, Sabtu (25/5).

Hal ini terlihat dari realisasai pendapatan pada tahun anggaran 2018 yang mencapai Rp8,3 miliar, sedikit turun dari rencana sebesar Rp8,6 miliar. Pada tahun ini, pendapatan diproyeksikan naik menjadi Rp 9,3 miliar.

Komoditas yang ditangani VTP berupa pupuk mulai dari bongkar di pelabuhan sampai ke gudang penerima, Pupuk petrokimia dilayani dari pelabuhan hingga gudang di luar pelabuhan.

VTP merupakan satu-satu BUMN yang dipercaya menangani bongkar dan distribusi komoditas pupuk, beras dan karet di Pelabuhan Teluk Bayur.

Pupuk itu produksi oleh PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang dikapalkan dari Aceh ke Teluk Bayur hingga dikirimkan ke gudang, bahkan VTP ikut mendistribusikannya ke beberapa daerah di Sumbar.

"Hampir dipastikan semua kapal pengangkut pupuk di Teluk Bayur dilayani bongkar muatnya oleh VTP," kata Yahya.

Selain menangani angkutan beras dari Bulog, VTP melayani pengangkutan karet milik PT Agro Muko dari Bengkulu menuju Teluk Bayur melalui darat untuk selanjutnya dikapalkan ke luar negeri.

"Rata-rata dalam sebulan kami bisa menangani untuk pupuk mencapai 1.000 ton, dan ekspor karet 10-20 kontainer," ungkap Yahta.

Adapun komoditas beras yang ditangani VTP dari Teluk Bayur ke gudang Bulog mencapai 50 kontainer atau setara 100 ton per bulan.

Berdasarkan data dari PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Teluk Bayur, throughput atau arus barang curah andalan anjlok dari 11, 4 juta ton turun menjadi 10,8 juta ton.

Komoditas andalan di Teluk Bayur berupa semen, CPO, batubara, pupuk, bungkil, cangkang sawit, gypsum, karet, klinker, cooper, general cargo dan beras. Hampir semua komoditasi tersebut volumenya turun drastis selama 2018. (hlz/hlz)


Komentar