Selasa, 24 September 2019 | 01:10 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Sabtu, 15 Juni 2019 17:45

Pelindo I, II, III, IV Integrasikan Sistem Pembayaran Jasa Kepelabuhanan

Ayu Puji
(Pelindo III)

DENPASAR - PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV (Persero) mengembangkan sistem pembayaran jasa kepelabuhanan terintegrasi secara nasional atau Integrated Billing System (IBS) untuk meningkatkan efisiensi pelayanan keempat BUMN kepelabuhanan itu.

Menurut Direktur Utama Pelindo III Doso Agung, pengembangan IBS sesuai dengan arahan Menteri BUMN agar keempat Pelindo bersinergi menyusun dan menerapkan sistem pembayaran tarif jasa kepelabuhanan berbasis elektronik (single billing) yang terintegrasi secara nasional.

"Sebelumnya setiap Pelindo memiliki sistem pembayaran sendiri yang berlaku di wilayah kerja masing-masing. Dengan standarisasi ini, proses bisnis akan berjalan lebih simple dan terukur sehingga dapat tercapai efisiensi yang diharapkan dan akan berimbas positif untuk menekan biaya logistik nasional," jelas Doso Agung, Jumat (14/6/2019).

Hal tersebut disampaikan Doso Agung dalam Sosialisasi IBS Nasional yang dihadiri oleh Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto, Direktur Keuangan Pelindo III Iman Rachman, serta jajaran direksi Pelindo lainnya.

Pelindo III sendiri sebenarnya sudah mengimplementasikan single portal IBS yang memiliki layanan, yaitu e-registration, e-booking, e-tracking, e-payment, e-invoice, e-billing, dan e-care.

Semuanya itu, tutur Doso, mencakup seluruh tahap layanan yang dibutuhkan pengguna jasa pelabuhan dalam satu portal digital. Bahkan sejak akhir 2016, IBS Pelindo III telah terintegrasi dengan Inaportnet milik Kementerian Perhubungan untuk wilayah operasi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

Setahun kemudian pada 2017 mulai diterapkan di pelabuhan lainnya di wilayah kerja Pelindo III, dan pada 2018 terintegrasi dengan Sistem Informasi Perdagangan Antarpulau (SIPAP) milik Kementerian Perdagangan.

Di ajang Forum Teknologi Informasi (Forti) Kementerian BUMN Awards 2018, Pelindo III memperoleh dua penghargaan dan menempati peringkat keempat untuk kategori IT Governance Awards 2018 dengan nilai maturity level teknologi yang di atas 3. Pelindo III juga menjadi satu-satunya BUMN sektor maritim yang meraih penghargaan Forti BUMN 2018.

Putut menambahkan, kesiapan sistem teknologi informasi yang dimiliki Pelindo III diharapkan berkontribusi dalam penyiapan The New IBS yang akan berlaku pada pelabuhan di wilayah kerja keempat Pelindo.

Para pengguna jasa kepelabuhanan nantinya cukup mengatur kebutuhannya secara online melalui aplikasi dalam telepon genggam dengan tiga layanan utama, yaitu e-booking untuk memesan layanan, e-billing untuk mengakses tagihan, dan e-payment untuk membayar secara online.

Pada fase awal dari kerja sama tersebut masing-masing Pelindo akan menunjuk satu terminal peti kemas yang akan diintegrasikan, yaitu TPKD Belawan milik Pelindo I, TPK 2 Priok milik Pelindo II, TPK Banjarmasin milik Pelindo III, dan TPK Tarakan milik Pelindo IV.

"Di tahap awal akan fokus pada segmen peti kemas dengan formulir yang telah terstandarisasi untuk proses receiving dan delivery peti kemas. Nantinya setelah lancar akan terus dikembangkan pada pelabuhan lain dan komoditas kargo lainnya," ungkapnya.

Edwin Hidayat mengingatkan Pelindo harus saling bekerja sama untuk mengembangkan collective value sebab pelabuhan memiliki peran penting sebagai pendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi secara regional. Kerja sama itu termasuk memberikan pelayanan terbaik yang transparan dan fairness agar pengguna jasa nyaman.

"IBS merupakan bagian dari rencana besar negara membuat pelabuhan berkembang berbasis ekosistem. Sehingga kebutuhan apapun untuk lalu lintas barang jasa melalui pelabuhan langsung terintegrasi dengan sistem perekonomian di wilayah tersebut," ujarnya.
(hlz/hlz)


Komentar