Senin, 16 Desember 2019 | 20:37 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Senin, 15 Juli 2019 22:14

Pelindo III Normalisasi Pelayanan TPKS Pasca-Insiden Kapal Tabrak CC

Translog Today

SEMARANG - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) melakukan langkah normalisasi pelayanan di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, pasca insiden robohnya container craine akibat tertabrak kapal MV Soul of Luck pada Minggu (14/7) petang.

Direktur Utama Pelindo III Doso Agung mengatakan, ada dua tahap yang akan dilakukan untuk menormalkan kembali operasional di TPKS. Pertama, pada saat proses evakuasi CC 03 (selama 4-5 hari ke depan) memastikan semua layanan jadwal tambat kapal internasional (windows) tidak ada yang pindah hari, hanya bergeser jam.

Tahap kedua, memindahkan CC 08 dari dermaga utara ke dermaga selatan, yang membutuhkan waktu kira-kira 2 minggu pasca-kejadian sehingga jadwal jadwal pelayanan kapal peti kemas internasional dan domestik di TPKS akan kembali beroperasi normal.

"Apabila setelah relokasi CC tersebut terjadi penurunan kinerja pada terminal domestik akan dilakukan penambahan peralatan, sebalum CC pengganti tiba," tambah Doso Agung di Kantor Pelindo III Regional Jawa Tengah, Semarang, Senin (15/7).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Tanjung Emas Ahmad Wahid menjelaskan keterlibatan kapal pandu dan kapal tunda milik anak usaha Pelindo III, Pelindo Marine Service, dalam insiden itu.

"Keberadaan kapal pandu dan kapal tunda dalam setiap proses penyandaran kapal ke dermaga merupakan hal yang wajib dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di pelabuhan. Jadi keterlibatan tersebut merupakan prosedur yang benar," ujarnya.

Dia mengatakan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah turun ke lapangan untuk mengetahui penyebab dari insiden di TPKS. Namun berdasarkan analisa awal dan pengakuan saksi-saksi mata, insiden itu kemungkinan besar karena gagal berfungsinya mesin kapal untuk melambatkan laju kapal, ketika bermanuver di kolam pelabuhan.

Dua kapal tunda yang mencoba membantunya saat itu pun gagal memperlambat karena jarak dengan dermaga sudah terlampau dekat, sehingga benturan dengan crane tidak dapat dihindari. "Ini murni kecelakaan, tidak ada kesengajaan dan kelalaian," kata Ahmad Wahid.

Ketua DPC INSA Semarang Ridwan mengapresiasi langkah cepat KSOP dan Pelindo III untuk mengatasi insiden tersebut. "Hanya butuh 3 jam untuk kembali beroperasi normal atau sekitar pukul 20.30 WIB sudah dikerjakan lagi. Ketika insiden terjadi juga ada kapal anggota kami lainnya yang sedang bongkar muat. Semua akhirnya lancar," jelasnya.

Namun, dia mengingatkan ke depan hal terpenting adalah langkah antisipasi. Untuk langkah teknis, yang terpenting yaitu segera menyingkirkan CC yang roboh keluar terminal agar alur truk tidak terhambat.

"Minggu depan kami diajak simulasi dengan enam crane yang beroperasi di TPKS agar produktivitasnya tetap baik. Semoga penanganan segera terlaksana dengan baik," ujarnya. (hlz/hlz)


Komentar