Minggu, 18 Agustus 2019 | 04:17 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Kamis, 01 Agustus 2019 14:31

Bangun 2 Dermaga Baru, Cigading Jadi Pelabuhan Curah Kering Terbesar di Indonesia

Aidikar M. Saidi
Direktur Utama PT KBS Alugoro Mulyowahyudi

CILEGON - PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS), operator Pelabuhan Cigading Banten, telah menyelesaikan pembangunan dua dermaga baru.

Anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) itu membangun dermaga 7.1 dan 7.2 dengan kapasitas 3,5 juta ton, sehingga total kapasitas bongkar muat Pelabuhan Cigading menjadi 25 juta ton per tahun.

Kedua fasilitas baru tersebut menjadikan Pelabuhan Cigading sebagai pelabuhan curah kering terbesar di Indonesia.

Direktur Utama PT KBS Alugoro Mulyowahyudi menyampaikan dermaga baru tersebut akan menjadi terminal umum yang dapat disandari kapal berbobot 70.000 DWT (panamax vessel).

“Dermaga 7.1 dan 7.2 merupakan bagian terminal umum yang dibangun untuk melayani kargo barang curah dan general kargo” ujarnya Rabu, (31/07).

Dua dermaga baru sepanjang 350 x 25 meter itu dibangun oleh PT Istaka Karya (Persero) dengan pipa pancang dari PT KHI Pipe Industries (anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk), di atasnya dilengkapi dengan empat unit DLLC (Double Level Luffting Crane) dengan tipe jib crane. Masing-masing unit memberikan andil discharging rate (kecepatan bongkar) 750 ton per jam.

“Dengan crane yang baru ini, bongkar muat bisa lebih cepat, throughput bertambah dan kepuasan customer meningkat ” tambah Alugoro.

Dermaga 7.1 dan 7.2 ini akan menambah jumlah slot dermaga PT KBS menjadi 17 dermaga. PT KBS juga menambah anak perusahaan menjadi 4 anak perusahaan.

“Penambahan 2 jetty baru dan 3 anak perusahaan di bidang logistik untuk mewujudkan visi KBS menjadi Port Centric Integrated Logistics Company yang menerapkan konsep Green & Smart Port,” tutur Alugoro.

Dia mengapresiasi karyawan PT KBS atas perolehan kinerja perusahaan yang baik. “Pendapatan semester pertama 2019 mencapai Rp704 miliar, naik 44% dari periode yang sama tahun lalu," ujarnya. 

Adapun laba bersih semester I sebesar Rp100,4 miliar atau meningkat 35% dari tahun sebelumnya. Perolehan ini harus kita kawal untuk dipertahankan.

Direktur Utama KS Silmy Karim, menyampaikan bahwa pembangunan dermaga ini merupakan bagian dari strategi usaha KS dalam mendukung berkembangnya anak usaha.

“Inisiatif ini akan meningkatkan performance PTKS secara konsolidasi dan mendukung bisnis inti dari PTKS,” ujar Silmy.

PT KBS didirikan sejak 1996 yang merupakan anak usaha PT KS . Operator Pelabuhan Cigading yang merupakan terminal umum jasa kepelabuhanan untuk menangani segala jenis kargo baik curah kering, curah cair dan general cargo dan memperoleh konsesi dari pemerintah sejak 2016.

Sejalan dengan meningkatnya kegiatan ekspor impor barang melalui laut, maka sarana dan prasarana terus dikembangkan, meliputi dermaga, ship unloader (crane), conveyor maupun pergudangan.

Saat ini PT KBS memiliki empat anak perusahaan yaitu PT Krakatau Argo Logistik, PT Krakatau Jasa Logistik, PT Multi Sentana Baja, dan PT Wahana Sentana Baja. (hlz/hlz)


Komentar