Selasa, 22 Oktober 2019 | 21:45 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Sabtu, 10 Agustus 2019 20:20

Belum Ada Sistem Windows, Kapal Antre Berhari-hari di Pelabuhan Badas

Aidikar M. Saidi

JAKARTA - Kapal peti kemas sempat antre berhari-hari di Pelabuhan Badas, Nusa Tenggara Barat (NTB), sehingga merugikan pemilik barang dan perusahaan pelayaran.  

"Antrean itu terjadi karena pelayanan kapal peti kemas di Pelabuhan Badas belum menerapkan sistem windows," ujar Putut Sri Muljanto, Direktur Operasi Pelindo III, ketika dikonfirmasi Translogtoday, akhir pekan lalu.

Dia mengatakan, penetapan sandar kapal di Pelabuhan Badas dilaksanakan oleh KSOP (Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan) Badas pada waktu rapat P2T (Perencanaan dan Penetapan Terpadat) yang diikuti oleh PBM (Perusahaan Bongkar Muat), agen kapal dan BUP (Badan Usaha Pelabuhan) Pelindo III.

Untuk kapal peti kemas di Pelabuhan Badas, kata Putut, sampai dengan saat ini belum ada windows schedule, sehingga kapal peti kemas yang datang akan langsung dilayani setelah pelayanan bongkar muat kapal lain yang telah sandar sebelumnya selesai berkegiatan.

Menurut dia, untuk mempercepat penetapan sandar kapal peti kemas setelah adanya estimasi jadwal dari perusahaan pelayaran dan setelah adanya permohonan kedatangan kapal, maka akan dimasukkan ke dalam daftar antrean kapal.

Di Pelabuhan Badas terdapat dua dermaga untuk kapal sandar yakni Dermaga Nusantara dikelola Pelindo III dan dermaga yang dikelola KSOP.

Kepala KSOP Pelabuhan Badas H. Anwar mengungkapkan saat ini sudah tidak ada lagi kapal peti kemas antre, bahkan sekitar dua pekan terakhir belum ada kapal peti kemas yang masuk ke pelabuhan itu. "Rencananya minggu depan baru masuk lagi," ujarnya.

Kapal peti kemas yang masuk Pelabuhan Badas dari Surabaya dioperasikan oleh perusahaan pelayaran PT Mentari Lines melalui kerja sama dengan PT Tempuran Emas Tbk (Temas).
(hlz/hlz)


Komentar