Kamis, 19 September 2019 | 02:42 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Bandara
Selasa, 20 Agustus 2019 20:37

AP II Jajaki Peluang Bisnis Bandara dan Konstruksi di Afrika

Translog Today

DENPASAR - PT Angkasa Pura II (Persero) menjajaki peluang bisnis di Afrika, terutama dalam proyek pengelolaan bandara (capacity building) dan konstruksi (construction project investments) baik di bisnis aero maupun non-aero.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, pada pengelolaan bandara, AP II akan membantu negara-negara Afrika untuk meningkatkan skill, pengetahuan, pemanfaatan peralatan dan sumber daya lainnya dalam pengelolaan bandara.

"Pada tahap awal ini, AP II telah mengidentifikasi tujuh bandara potensial untuk capacity building, yakni di Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Maroko dan Algeria," ungkapnya dalam Forum Indonesia- Africa Infrastructure Dialogue di Bali pada 20-21 Agustus 2019.

Adapun terkait proyek kontruksi, tutur Awaluddin, AP II menjajaki peluang terlibat dalam pembangunan bandara di sisi darat (land side) dan sisi udara (air side) guna mendukung bisnis aero dan non-aero.

Dia menyebutkan, ada 9 bandara yang dinilai potensial terkait construction project investment, yakni di Mesir, Ethiopia, Angola, Tanzania, Sudan, Afrika Selatan, Rwanda, Burkina Faso dan Zambia.

Awaluddin mengatakan sektor kebandarudaraan di Afrika sedang berkembang dengan membuka lapangan pekerjaan bagi 7 juta orang, dan nilai investasi untuk bandara baru mencapai US$25 miliar berdasarkan data dari CAPA - Centre for Aviation.

"Angkasa Pura II ingin membagi pengalaman dalam mengelola dan mengembangkan bandara kepada negara-negara di Afrika," ujarnya.

Rencana ekspansi ke luar negeri itu seiring dengan tema Go Global yang telah dicanangkan AP II pada tahun ini, yakni mengaplikasikan Go International Expansion, Go Digital, dan Go Excellence.

Dalam Indonesia - Africa Infrastructure Dialogue yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (20/8) ini, Awaluddin menjadi salah satu pembicara dalam Sesi Panel pada 21 Agustus 2019.

Forum ini antara lain bertujuan mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara Afrika di berbagai bidang termasuk infrastruktur. Sebanyak 53 negara di Afrika diundang hadir pada acara tersebut. (hlz/hlz)


Komentar