Minggu, 15 Desember 2019 | 15:37 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Shipping
Selasa, 20 Agustus 2019 10:29

Temas Buka Lagi Rute Angkutan Peti Kemas ke Pelabuhan Lhokseumawe

Aidikar M. Saidi
KM Segoro Mas (Translogtoday/Temas)

JAKARTA - PT Tempuran Emas Tbk (Temas) mengaktifkan kembali rute angkutan peti kemas dengan menyinggahi Pelabuhan Lhokseumawe, Aceh, mulai akhir Agustus 2019.

"Rencana kapal akan masuk mulai pekan depan (akhir Agustus), setelah rute itu sempat disetop setahun lalu," ungkap Direktur Operasi Temas Teddy Arief Setiawan kepada Translogtoday, Selasa (20/8/2019).

Dia mengungkapkan rute Lhokseumawe itu sudah satu tahun ditinggalkan karena keterbatasan alat untuk pelayanan kapal peti kemas.

"Temas segera masuk kembali setelah PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan untuk pelayanan kapal peti kemas," ujarnya.

Teddy mengatakan Temas sudah mendapatkan jaminan dari Pelindo I Cabang Lhokseumawe untuk menyiapkan alat guna melayani angkutan peti kemas di pelabuhan itu.

Pelindo I juga telah menandatangani kesepakatan dengan Temas untuk mengaktifkan kembali rute ke Pelabuhan Lhokseumawe.

Siapkan Crane

General Manager Pelindo I Cabang Lhokseumawe Budi Azmi mengatakan pihaknya sudah siap melayani kapal peti kemas. "Pelindo I dan Temas sudah sepakat untuk mengaktifkan kembali rute tersebut," tandasnya.

Budi Azmi mengatakan, untuk melayani kapal peti kemas sudah disiapkan crane kapasitas 150 ton, sama dengan crane yang pernah beroperasi di Lhokseumawe sebelumnya.

"Sebelumnya kita memang sudah ready untuk fasilitas yang lain. Selama ini hanya container crane yang belum ada," tuturnya.

Saat ini, lanjut Budi Azmi, juga dijajaki untuk muatan balik dari Lhokseumawe berupa komoditas semen dan yang dibongkar biasanya muatan barang konsumsi dan kebutuhan pokok lainnya.

Sebelumnya Pelindo I Cabang Lhokseumawe sudah menambah peralatan untuk mendukung kinerja perusahan dalam menghadapi pertumbuhan bongkar muat peti kemas maupun general cargo.

Peralatan itu, di antaranya harbour mobile crane (HMC) berkafasitas 150 ton dengan sistem kerja sama operasi (KSO) dengan pihak ketiga.

"Fasalitas HMC kapasitas 150 ton itu guna membangkitkan kembali aktivitas bongkar muat yang tampak mulai menggeliat pada tahun ini," ujarnya.

Selain menambah fasilitas HMC, pelayanan di Pelabuhan Krueng Geukueh kini juga didukung 1 unit mobile crane Terex kapasitas 45 ton produk tahun 2008 dan 1 unit reach stacker Kalmar kapasitas 45 ton tahun pembuatan 2006.

Melalui langkah konkret tersebut, lanjut Budi Azmi, Pelindo I Cabang Lhokseumawe sebagai penyedia fasilitas ekspor impor bahan baku dan hasil produksi bersinergi untuk peningkatan ekonomi wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe. (hlz/hlz)


Komentar