Selasa, 22 Oktober 2019 | 21:55 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Minggu, 25 Agustus 2019 19:43

Pelabuhan Panjang Terus Berbenah Menjadi Pintu Gerbang Ekonomi Sumbagsel

Aidikar M. Saidi
General Manager IPC Panjang Drajat Sulistyo (Translogtoday)

BANDAR LAMPUNG - Pelabuhan Panjang Bandar Lampung terus berbenah agar bisa menjadi pintu gerbang ekonomi regional Sumatera bagian selatan (Sumbagsel).

Tol Lintas Sumatera dan jalur kereta api kini sudah menghubungkan Pelabuhan Panjang dengan hinterland sejumlah provinsi di bagian selatan Sumatera, sehingga memperkuat peran pelabuhan itu menjadi hub regional.

Kawasan Sumbagsel merupakan basis ekspor hasil pertanian, perkebunan, pertambangan dan perikanan di Indonesia, khususnya dari Pulau Sumatera.

Secara geografis, Provinsi Lampung merupakan penghubung antara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa yang menjadi pintu gerbang ekonomi Sumbagsel.

Drajat Sulistyo, General Manager PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC Panjang, mengatakan pihaknya mendukung program percepatan ekspor produk pertanian perkebunan, pertambangan dan perikanan karena Panjang sebagai pelabuhan penyangga Tanjung Priok.

Pelabuhan Panjang sudah mempersiapkan dedicated terminal dengan membentuk cluster.
Di pelabuhan ini terdapat 7 terminal khusus sesuai dengan jenis kargo, yakni Terminal Peti Kemas, Terminal Curah Kering, Terminal Curah Cair, Terminal Multipurpose, Terminal Ro-Ro, Terminal ISAB, dan Terminal TBL.

Kini juga tersedia CFS (Container Freight Station) untuk gudang konsolidasi barang impor dan ekspor.
IPC TPK Pelabuhan Panjang bahkan telah mengundang pelayaran domestik untuk membuka rute baru angkutan peti kemas tujuan Semarang dan Surabaya.

"Rute ini diharapkan memperkuat pengapalan direct call tiga pelayaran internasional yang mengoperasikan tiga kapal dalam seminggu ke Pelabuhan Panjang," kata Suswantoro, Manager Area IPC TPK Pelabuhan Panjang.

Dia mengatakan pembukaan rute baru Pelabuhan Panjang (Bandar Lampung) - Pelabuhan Tanjung Emas (Semarang) dan Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) itu sudah mendapatkan jaminan dari 5 cargo owner.

Sebelumnya, sudah ada pertemuan dengan 5 cargo owner yang difasilitasi oleh IPC TPK dan menjamin muatan tersedia. Namun Suswantoro tidak menyebutkan nama cargo owner tersebut.

Menurut dia, pembukaan rute domestik Pelabuhan Panjang - Semarang - Surabaya itu diharapkan bisa connecting dengan kapal direct call CMA CGM, Sea Land dan MSC. Dengan demikian, muatan ekspor impor dari Semarang dan Surabaya bisa dikapalkan melalui Pelabuhan Panjang.

Basis Ekspor

Drajat menambahkan, kesiapan Pelabuhan Panjang diharapkan dapat mewujudkan Lampung menjadi basis ekspor hasil produk pertanian, perkebunan, pertambangan, dan perikanan.

"Kami juga ingin segera memberikan gebrakan untuk meningkatkan ekonomi Lampung dengan menambahkan Ruang Lingkup Jalan Tol Trans Sumatera ke Pelabuhan Panjang melalui sinergi antara IPC Panjang, HK, dan PTPN VII," ujarnya.

Dia mengatakan, tol lintas Sumatera bukan lagi menjadi ancaman bagi Pelabuhan Panjang yang semula diprediksi angkutan barang akan beralih ke angkutan darat karena terbebas dari biaya handling di Pelabuhan Panjang dan Tanjung Priok.

Ancaman tersebut sudah bisa diatasi dengan adanya kapal direct call dari pelabuhan Panjang tiga kali seminggu menghubungkan Panjang secara langsung ke China, Korea Selatan, dan Rusia.

Layanan direct call ini akan memberikan pelanggan konektivitas baru dan mendukung perdagangan internasional tidak hanya untuk Lampung, tetapi juga Sumbagsel dan nasional.
(hlz/hlz)


Komentar