Kamis, 19 September 2019 | 03:05 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Galangan Kapal
Rabu, 28 Agustus 2019 15:13

Iperindo: Pembangunan Kapal di Dalam Negeri Butuh Insentif

Ayu Puji
(Translogtoday)

JAKARTA - Pemerintah diminta segera merealisasikan insentif bagi perusahaan yang membangun kapal di dalam negeri guna menggairahkan kembali industri galangan kapal dan sektor pendukungnya.

Wakil Ketua Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai (Iperindo) Anita Puji Utami mengatakan, permintaan pembangunan kapal di dalam negeri saat ini sangat rendah dibandingkan kapasitas galangan kapal nasional.

"Tender-tender kapal mulai ada lagi tetapi tidak cukup memadai untuk membangkitkan kembali industri galangan kapal. Sekarang kapasitas kami banyak yang nganggur," ungkap Anita saat sambutan pembukaan pameran Inamarine 2019 di JIExpo Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Menurut dia, kemampuan industri galangan kapal di dalam negeri sudah sangat memadai, meskipun struktur industrinya belum cukup kuat karena masih banyak komponen diimpor.

"Kondisi ini membuat daya saing industri kita lemah. Oleh karena itu, perlu insentif bagi pembangunan kapal di dalam negeri supaya selisih harga kapal lokal dan impor tidak terlalu jauh sehingga pelayaran mau membangun kapal di dalam negeri," ujarnya.

Dia yakin selisih harga kapal buatan lokal dan impor tidak akan lebih dari 10% apabila diberikan insentif, seperti pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) dan bea masuk komponen tertentu.

Anita mengungkapkan, utilisasi industri galangan kapal saat ini tinggal 20% karena tidak ada order pembangunan kapal baru dalam 2 tahun terakhir.

"Sekarang SDM kami banyak yang nganggur dan beralih ke ojek online.Padahal jumlahnya sangat banyak, bisa 1.000 sampai 10.000 orang setiap galangan," ujar Direktur Utama PT Aduluhung Sarana Segara Indonesia (ASSI) ini.

Akibatnya, lanjut Anita, investasi galangan kapal di bidang SDM, peralatan, dan lainnya yang cukup besar sejak program Tol Laut diluncurkan pemerintah terancam mubazir. "Karena itu kami sangat membutuhkan kebijakan konkret dari pemerintah."

Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan apresiasi kepada PT GEM Indonesia selaku penyelenggaraan Inamarine 2019 yang secara konsisten menggelar pameran tersebut hingga tahun ke-sembilan.

Tahun ini, Inamarine 2019 yang diselenggarakan bersamaan dengan pameran Agritech 2019 pada 28-30 Agustus diikuti sebanyak 470 perusahaan dari dalam dan luar negeri.

Dalam Inamarine 2019, GEM Indonesia juga menggelar pameran Inawelding (pengelasan kapal), Inacoating (pengecatan kapal), dan Port & Terminal (teknologi pelabuhan).

Pameran internasional tersebut dibuka oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto, serta dihadiri oleh pemangku kepentingan terkait antara lain Ketua Umum Indonesia National Shipowners' Association (INSA) Carmelita Hartoto. (hlz/hlz)


Komentar