Kamis, 19 September 2019 | 03:02 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Jumat, 06 September 2019 17:45

Pelindo III Terapkan DO Online di Seluruh Terminal Peti Kemas Domestik

Translog Today
(Pelindo III)

SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) menerapkan Delivery Order (DO) Online di seluruh terminal untuk pelayanan peti kemas domestik, yaitu Terminal Bagendang, Bumiharjo, Lembar, Benoa, Batulicin, Kupang, Maumere, Bima dan Badas.

DO Online untuk peti kemas domestik ini berlaku mulai 1 September 2019, menyusul penerapan pada layanan ekspor impor di terminal pelabuhan yang telah dilakukan secara bertahap oleh Pelindo III.

Penerapan DO Online tersebut bertujuan meningkatkan kelancaran arus barang dan menurunkan biaya logistik di pelabuhan serta memberikan kemudahan kepada pengguna jasa dalam melakukan permohonan pengeluaran barang atau Delivery Order (DO).

Pola operasi DO Online berawal dari agen pelayaran mengunggah DO Online melalui aplikasi anjungan (IBS). Atas informasi yang diterima dari agen pelayaran, Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) melakukan permohonan delivery (mengambil peti kemas).

JPT akan melakukan pengecekan kesesuaian informasi meliputi nomor peti kemas, nomor DO Online dan tertagih. Apabila sudah benar, JPT dapat melanjutkan pencetakan job order (JO).

Job Order tersebut menjadi dokumen yang akan dibawa pengemudi truk untuk dapat memasuki pelabuhan atau terminal untuk mengambil peti kemas. Apabila DO Online expired atau telah melebihi batas waktu, JPT dapat melakukan permohonan perpanjangan DO Online kepada agen pelayaran, kemudian agen pelayaran akan melakukan update/proses perpanjangan DO Online.

Direktur Utama Pelindo III Doso Agung mengatakan, khusus bagi layanan DO Online peti kemas domestik, perusahaan pelayaran/agen pelayaran meng-upload dokumen DO sebagaimana format yang telah ditentukan melalui aplikasi Anjungan (anjungan.pelindo.co.id).

Selanjutnya sistem akan melakukan validasi kesesuaian antara dokumen excel yang di-upload dengan nomor peti kemas yang ditunjuk.

Sebelum diterapkan DO Online, tutur Doso, pengguna jasa melakukan permohonan delivery peti kemas dari pelabuhan atau terminal tanpa ada konfirmasi dari agen pelayaran.

"Namun setelah penerapan DO Online, untuk dapat melakukan pengeluaran peti kemas maka JPT harus melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada agen pelayaran secara online melalui faslitas yang disediakan pada aplikasi Anjungan," jelasnya.

Kentungan

Bagi pihak pelayaran, penerapan DO Online dapat memberikan keamanan pengeluaran peti kemas. Pasalnya hanya JPT yang ditunjuk pelayaran yang mempunyai akses ke anjungan untuk dapat melakukan pencetakan dokumen job order delivery.

Di lain pihak, JPT dapat dengan mudah mendapatkan data peti kemas yang akan dilakukan proses delivery hanya dengan menginputkan nomor DO Online yang didapat dari agen pelayaran yang menunjuk.

"Dengan adanya Sistem DO Online, proses layanan pengeluaran peti kemas dari terminal menjadi lebih lancar. Sebab verifikasi dokumen dilakukan secara otomatis. Keamanan atas data juga terjamin dari pemalsuan karena dokumen DO di-entry langsung oleh perusahaan pelayaran/agen pelayaran sebagai pihak yang bertanggung jawab mengeluarkan dokumen DO," ungkap Doso.

Dia menambahkan, sistem DO Online mampu menyederhanakan prosedur pelayanan menjadi lebih cepat dan murah sehingga pada akhirnya mampu menurunkan biaya logistik di pelabuhan.

"Penerapan sistem ini memang tidak mudah, karena tidak semua pengguna jasa, baik dari perusahaan pelayaran maupun JPT memiliki tenaga IT khusus untuk menerapkannya," ujarnya.

Namun, Doso menegaskan Pelindo III berkomitmen meningkatkan pelayanan jasa kepelabuhanan dengan cara mempermudah perusahaan pelayaran melalui mekanisme upload dokumen excel via website Anjungan Pelindo III. (hlz/hlz)


Komentar