Kamis, 19 September 2019 | 02:38 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Minggu, 08 September 2019 11:30

Rukindo Gencar Bidik Proyek Pengerukan di Luar Pelabuhan IPC

Aidikar M. Saidi

JAKARTA - PT Pengerukan Indonesia (Rukindo) gencar membidik proyek pengerukan alur dan kolam di luar pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC.

Anak perusahaan IPC yang khusus menangani proyek pengerukan alur dan kolam pelabuhan serta industri galangan kapal ini berhasil memenangkan tender pekerjaan pengerukan di Terminal Khusus PT Trans Pasific Petrochemical Indotama di Tuban, Jawa Timur.

"Meski proyek ini skala kecil yakni dengan volume pekerjaan pengerukan 560.000 m3 dan nilai kontrak sekitar Rp27,4 miliar, namun dapat memicu semangat untuk dapat proyek pengerukan pelabuhan swasta lainnya, " kata Direktur Utama PT Rukindo, Wahyu Hardiyanto kepada Translogtoday di ruang kinerjanya, Jumat (6/9).

Dia mengungkapkan dalam membidik proyek di luar IPC tersebut, berhasil memenangkan pekerjaan yang diprediksi menghabiskan waktu 4 bulan tersebut.

Saat ini, proyek itu dalam proses perjanjian penandatanganan kontrak dan proses PK3 (Persetujuan Keputusan Kerja Keruk) dari Ditjen Perhubungan Laut.

Menurut Wahyu, untuk proyek pengerukan di Tuban tersebut telah dipersiapkan kapal keruk Kalimantan II jenis pengisap lumpur atau Trailing Suction Hopper Dradgers (TSHD).

Kapal keruk Kalimantan II itu kini masihi menyelesaikan perkerjaan pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat.

Rukindo, lanjut Wahyu, mendapatkan kontrak selama 5 tahun untuk pemeliharaan alur dan kolam pelabuhan yang di kelola oleh IPC dengan volume keruk 3 juta m3 per tahun. Kontrak itu dimulai sejak 2017 hingga 2022.

Sebelumnya Rukindo banyak mengerjakan proyek pengerukan di luar negeri, antara lain reklamasi di Kuching, Serawak, Johor, Penang, Kuala Kedah (Malaysia), dan Pelabuhan Mongla (Bangladesh).

Selain itu, pengerukan Pelabuhan Jurong dan reklamasi Airport Changi (Singapura), serta proyek pengerukan dan reklamasi besar lainnya di dalam negeri. (hlz/hlz)


Komentar