Selasa, 22 Oktober 2019 | 20:24 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Sabtu, 14 September 2019 16:46

CMA-CGM dan Maersk Minat Buka Rute Baru Direct Call ke Makassar

Aidikar M. Saidi
Pelayanan DO Online di TPM

MAKASSAR - Dua perusahaan pelayaran angkutan peti kemas internasional CMA-CGM dan Maersk Sealand berminat untuk membuka rute baru direct call ke Makassar.

Kedua pelayaran internasional tersebut telah menyampaikan minatnya untuk membuka rute baru itu kepada PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) .

Hal tersebut diungkapkan Yosef Benny Rohi, General Manager Terminal Petikemas Makassar (TPM) PT Pelabuhan Indonesia IV kepada Translogtoday, Jumat (13/9/2019).

Dia mengatakan rute baru direct call ke Makassar itu direncanakan untuk tujuan Malaysia, India dan Thailand.

Menurut Yosef, kedua pelayaran internasional itu tertarik untukmembuka rute ke Makassar setelah melihat pelayanan di TPM yang modern dan serba digital, sehingga pelayanan kapal dan peti kemas lebih mudah dan efisien.

Sebelumnya perusahaan pelayaran asal Hong Kong, Standard International Trade Classification (SITC) sudah membuka rute sekali seminggu atau sebulan 4 kali ke Makassar sejak akhir 2015.

Hinggga kini pelayaran itu sudah melayani direct export atau ekspor langsung ke berbagai negara di Asia seperti China, Korea, Bangkok, Thailand dan Jepang.

Yosef mengatakan sejak menjalankan Sistem Informasi Lalu Lintas Kapal atau Vessel Traffic Information System (VTIS) ternyata mampu menghemat biaya proses container reefer atau petikemas berpendingin dalam pengapalan ekspor melalui TPM.

Dari sistem informasi tersebut, eksportir dapat mengantisipasi dan memprediksi kapan harus container reefer dikirimkan ke Pelabuhan Makassar.

"Jadi dulu container reefer tertimbun di pelabuhan selama 12 shieft atau 4 hari, kini tinggal hanya 3 shift atau satu hari saja sebelum pengapalan," tuturnya.

Dia mengungkapkan, dokumen Delivery Order atau D/O On Line juga sudah bisa dilayani di TPM menggunakan handphone atau melalui pelayanan loket seperti ATM, sehingga perusahaan pelayaran dan Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) atau perusahaan ekspedisi tidak perlu lagi datang ke pelabuhanan untuk memproses dokumen.

Kini juga sudah dipasang fasilitas lampu dermaga, sehingga batas dermaga bisa dilihat dari sisi laut dan disisi darat. Saat ini, kata dia, pertumbuhan throughput petikemas reefer sejak 6 bulan terakhir hampir mencapai 200%.

Komoditas yang menggunakan peti kemas reefer itu didominasi oleh produk perikanan seperti ikan dan rumput laut, dan yang dibongkar dari kapal berupa es cream dan buah buahan segar impor.

Dia mengatakan kini kunjungan kapal cenderung menurun, tapi tapi di sisi lain traffic atau throughput arus peti kemas naik. Artinya yang masuk ke Pelabuhan Makassar kapal kapasitas angkut besar, sehingga jumlah kunjungan kapal menjadi menurun tetapi aktivitas bongkar muat peti kemas justru meningkat.

Berdasarkan data TPM, pertumbuhan arus peti kemas reefer dari 6.311 TEUs 2015, naik jadi 7.981 TEUs 2016, naik lagi menjadi 10.033 TEUs pada 2017 dan menjadi 11.405 TEUs pada 2018. Pada periode 2019 hingga Agustus arus peti kemas sudah mencapai 8.284 TEUs. (hlz/hlz)


Komentar