Selasa, 22 Oktober 2019 | 21:13 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Supply Chain
Selasa, 17 September 2019 16:12

ALFI Dorong Pemprov Jabar Pacu Daya Saing Logistik

Editor

BANDUNG - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyatakan, Jawa Barat menjadi daya tarik bagi investor menyusul pesatnya pertumbuhan infrastruktur di provinsi itu dalam menunjang kegiatan ekonomi dan logistik.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ALFI Jawa Barat M. Nuh Nasution mengatakan pesatnya pembangunan infrastruktur di Jawa Barat ditandai dengan dibangunnya Bandara Kertajati dan pelabuhan laut internasional di Patimban.

"Pertumbuhan infrastruktur itu menjadikan Jabar salah satu daerah dengan potensi kawasan industri manufaktur terbesar sebagai pendukung ekonomi negara yang berdaya saing global serta memberikan kesejahteraan rakyat,  khususnya masyarakat Jawa Barat," ujarnya, Senin (16/9/2019).

M.Nuh Nasution baru saja terpilih dan dikukuhkan sebagai Ketua DPW ALFI Jabar masa bakti 2019 -2024.

Menurut dia, Jabar berpotensi menjadi daya tarik kuat bagi investor asing maupun dalam negeri untuk melakukan investasi besar di wilayah itu lantaran memiliki infrastruktur dan SDM yang andal, produktif serta berdaya saing global.

Oleh karenanya, kata M. Nuh, ALFI berharap pemerintah propinsi Jabar mengikutsertakan dan melibatkan pelaku usaha melalui asosiasi terkait untuk mendukung program Jabar 'Juara', khususnya dengan memperkuat sektor logistik.

"Dengan segenap potensi yang ada pada perusahaan anggota ALFI, kami siap menciptakan ekosistem logistik yang bisa mendukung iklim investasi di Jabar memiliki daya saing dan mampu berkompetisi pada tataran global," ujar M.Nuh.

Dia mengatakan, DPW ALFI Jabar juga melakukan peningkatan kompetensi SDM di bidang logistik melalui program kerja Jabar Logistik Education Center (JLEC) sebagai penyelenggara kegiatan pendidikan vokasi bidang logistik dan rantai pasok .

Dalam rangkaian pelantikan dan pengukuhan DPW ALFI Jabar yang berlangsung pada 13 September 2019, juga dilaksanakan forum diskusi bertema 'Upaya PemprovJabar Meningkatkan Investasi dan Simplifikasi Perijinan Logistik Melalui OSS'. 

Forum diskusi tersebut menampilkan narasumber antara lain; Kakanwil Bea Cukai Jawa Barat, Asisten Deputy Kemenko Perekonomian Bidang Pengembangan Logistik Nasional, dan Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian Jawa Barat.

Selain itu, Deputy Bidang Pengembangan dan Operasional Sistem Pengelolaan Portal Indonesia (INSW), dan Direktur Utama Jabar Logistik.

Pada forum itu terungkap, ada berbagai peluang, kebutuhan, hambatan dan solusi dalam membangun Jawa Barat menjadi sentra ekonomi utama bangsa.

M.Nuh mengatakan, Pemprov Jabar juga bertekad menjadi 'Juara' yang mencakup 37 sektor industri yang tidak terlepas dari peran kekuatan SDM , infrastruktur, teknologi dan daya saing industri logistik yang dimiliki propinsi itu dalam berkompetisi secara nasional maupun global.(am) (hlz/hlz)


Komentar