Minggu, 15 Desember 2019 | 15:07 WIB

Visit our social media :
Home / Regulation / Customs
Senin, 30 September 2019 18:32

Bea Cukai Tanjung Priok Jamin Pemeriksaan Jalur Merah Normal Pekan Ini

Aidikar M. Saidi

JAKARTA - Kantor Pelayanan Utama (KPU) Ditjen Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Priok menjamin pemeriksaan jalur merah kembali normal pekan ini.

Namun overbrengen atau Pemindahan Lokasi Penimbunan (PLP) ke CDC Banda dibatalkan karena akan menimbulkan biaya tambahan yang menjadi beban consignee.

"Pagi (Senin) ini sudah kami kerahkan SDM pemeriksa jalur merah sebanyak 170 orang ," ujar Dwi Teguh, Kepala Kantor Pelayanan Utama Ditjen Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Priok kepada Translogtoday, Senin (30/9).

Selain di Graha Segara, pemeriksaan juga dilakukan di CY (Container Yard) Terminal Peti Kemas PT Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) dan TPK Koja untuk mengurangi antrean. "InsyaAllah 1 atau 2 hari lagi akan normal kembali," ujarnya.

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan sudah melakukan mitigasi pada Jumat pekan lalu. "Mudah-mudahan hari ini sudah mulai bergerak, " katanya.

Adapun kondisi terakhir pemeriksaan jalur merah di Graha Segara dilaporkan Yard Occupancy Ratio (YOR) sudah sangat rendah yakni 48,90%

Sementara itu Direktur Utama PT Multi Terminal Indonesia Indonesia (MTI) selaku pengelola CDC Banda siap menerima limpahan pemindahan peti kemas jalur merah dari Graha Segara.

"Dalam surat Kepala KPU Bea Cukai bukan behandle dipindahkan, tapi hanya limpahan ke CDC karena di Graha Segara lagi penuh. Mekanisme yang digunakan yaitu PLP," tegasnya.

Mulyadi mengatakan sejak Jumat sudah dibahas bersama dengan TPK JICT dan TPK Koja dan segera ada realisasi tindakannya. "Yang sedang dibahas adalah upaya mengurangi kepadatan di Graha Segara."

Dia belum mengetahui persis pemindahan itu apakah sekaligus behandle dan overbrengen atau PLP. "Mohon doa dan supportnya, agar MTI juga berperan penuh bantu kelancaran tugas BC dalam hal kelancaran pemeriksaan barang," tuturnya. 

Dia mengatakan tugas Bea Cukai kian berat karena makin banyak peti kemas yang harus melalui jalur merah berhubung kondisi negara perlu kewaspadaan lebih.

Terkait dengan biaya,  Mulyadi mengungkapkan hanya sesuai biaya resmi, yakni biaya PLP harus dibayar oleh consignee karena status memindahkannya PLP, selain dari biaya behandle. (hlz/hlz)


Komentar