Selasa, 22 Oktober 2019 | 21:44 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Rabu, 02 Oktober 2019 15:26

IPC TPK Teluk Bayur Ajak Pelayaran Domestik Buka Rute Baru ke Banda Aceh

Aidikar M. Saidi
(IPC TPK Teluk Bayur/translogtoday)

PADANG - PT IPC Container Terminal Area PelabuhanTeluk Bayur mengajak perusahaan pelayaran domestik membuka rute baru ke pelabuhan di Banda Aceh untuk mengangkut komoditas dari Padang.

Rute yang ditawarkan kepada perusahaan pelayaran itu untuk angkutan peti kemas, yakni Pelabuhan Tanjung Priok - Teluk Bayur - Sibolga - Malahayati - Lhokseumawe - Belawan/Kuala Tanjung - Dumai - kembali ke Tanjung Priok.

Ajakan tersebut dikemukakan oleh Manager Area IPC TPK Teluk Bayur Agustian Chandra kepada Translogtoday di Padang, pekan lalu.

"Rute panjang untuk keliling Pulau Sumatera itu dari Pelabuhan Teluk Bayur tersedia muatan semen dan dari Tanjung Priok biasanya barang kebutuhan pokok atau consumer goods," ujarnya.

Selama ini, ada empat perusahaan pelayaran yang melayani rute Tanjung Priok - Teluk Bayur, yakni PT Meratus Line, PT Tanto Intim Line dan Salam Pasific Indonesia Line.

Sebelumnya yang tertarik untuk membuka rute panjang itu adalah PT Salam Pasific Indonesia Line (SPIL), namun hingga kini belum terealisasi.

Agustian mengatakan, dalam upaya mengintegrasikan sistem dengan Bea dan Cukai, IPC Container Terminal Teluk Bayur akan menerapkan TPS (Tempat Penimbunan Sementara) berbasis online dengan kapasitas lapangan penumpukan sebanyak 324 boks atau 12 slot di Terminal Peti Kemas area Teluk Bayur pada triwulan IV/2019.

Adapun keseluruhan throughput TPK Teluk Bayur pada 2018 tercatat mencapai 84.000 TEUs, dengan ground slot sebanyak 890 slot.

Layanan Online

Menurut Agustian, guna meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa, aplikasi TPS Online merupakan solusi digital Pertukaran Data Elektronik peti kemas antara sistem TPK dan Bea Cukai di pelabuhan, sehingga pelayanan lebih optimal.

"Kami melayani peti kemas barang ekspor yang transhipment di Pelabuhan Tanjung Priok melalui Teluk Bayur," tuturnya.

Dia mengungkapkan, aplikasi TPS Online akan mempercepat proses pertukaran data antara TPK dan Bea Cukai, sehingga diharapkan mengurangi tatap muka antara importir ataupun eksportir dengan pengelola pelabuhan dan petugas kepabeanan.

Selain itu, lanjut Agustian, TPK Teluk Bayur telah menerapkan e-Service untuk transaksi pembayaran (billing) secara online. Melalui cara ini, pengguna jasa tidak perlu lagi datang ke billing center terminal atau mengurus dokumen bongkar muat barang, seperti receiving (muat) dan sp2 (bongkar) secara manual.

"TPK bekerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia II cabang Teluk Bayur dan stakeholders terkait untuk penerapan seluruh sistem digital port," ujarnya.

Dia mengatakan, peralatan utama yang tersedia di TPK adalah 3 unit gantry luffing crane (GLC), 3 unit rubber tyred gantry crane (RTG), 2 unit reach stacker, 12 unit head truck dan 14 chassis.

TPK itu memiliki panjang dermaga 222 meter, kedalaman alur -11 meter sampai minus 12 meter, kedalaman kolam minus 10 meter LWS, kedalaman dermaga minus 10 meter LWS. Kemudian luas lahan 48.671 M2 dan luas lapangan penumpukan 44.511 M2.

Pelabuhan tersibuk di Sumatera Barat itu memiliki hinterland yang potensial untuk muatan komoditas crude palm oil (CPO), iron ore, coal, oil & gas, ikan tuna dan produk PT Semen Padang.

Komoditi ekspor yang dikapalkan dari Pelabuhan Teluk Bayur berupa CPO untuk tujuan India, Burma, Cina dan Afrika. Untuk komoditas cangkang diekspor ke Polandia dan Jepang, sementara bungkil dikirim ke Selandia Baru dan Australia, serta karet ke AS dan batubara ke Thailand. (hlz/hlz)


Komentar