Senin, 18 November 2019 | 11:33 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Sabtu, 12 Oktober 2019 12:22

Pelindo II Gandeng Asianagro Bangun Terminal Curah Cair Terintegrasi di Teluk Bayur

Aidikar M. Saidi
22 Tanki timbun dibangun di Teluk Bayur

PADANG - PT Pelabuhan Indonesia II/IPC merangkul PT Asianagro Agungjaya (AAJ) membangun terminal curah cair terintegrasi dengan kawasan berikat dan pabrik minyak sawit mentah (crude palm oil) di Gaung, Pelabuhan Teluk Bayur Padang.

Fasilitas terminal yang sebagian besar untuk pengapalan ekspor CPO itu tengah dibangun melalui kontrak kerja sama dengan lima perusahaan pengolahan CPO untuk mengatasi hambatan ekspor melalui pelabuhan tersibuk di Sumatera Barat.

Kelima perusahaan tersebut, yakni PT Wilmar Group, PT Asianagro Agungjaya (AAJ), PT Musim Mas Group, PT Incasi Raya Group, dan PT Agromuko Tank Terminal (AMTT).

"Terminal curah cair terintegrasi ini dibangun berkerja sama dengan perusahaan swasta pengelola CPO," ujar Wardoyo, General Manager Pelindo II Cabang Teluk Bayur kepada Translogtoday, pekan lalu.

Dia mengatakan pembangunan terminal curah itu sudah dimulai sejak awal 2019 dan direncanakan selesai serta beroperasi sekitar Maret 2020.

Sebelumnya, telah dilakukan penandatanganan kontrak penggunaan lahan selama 30 tahun mulai 2018 hingga 2048 dengan lima perusahaan CPO tersebut.

Menurut Wardoyo, lahan seluas 5,1 hektare itu dibangun untuk fasilitas 22 unit tanki timbun berkapasitas 6.000 metrik ton (M/T)/tanki dan 4.000 MT/tanki, storage tank (olahan/tanki produksi), pulp house, pipe track dan pipe line internal pabrik AAJ di Gaung sampai sisi laut arah Jetty Gaung, loading point truck (dari perkebunan ke dump area) dan perkantoran.

Adapun kapasitas produksi 200 truk per hari, menghasilkan minyak siap ekspor 3.500 MT per hari. Produksinya terdiri dari olein, statin, dan palm fatty acid destilate (PFAD).

Sesuai dengan kontrak, program minimum throughput sekitar 500.000 MT/ tahun dan kapal yang didatangkan tanki timbun AAJ untuk sandar di Jertty Gaung berkapasitas 40.000 GT dengan tujuan ekspor.

Menurut Wardoyo, status lahan tersebut sebagai kawasan berikat, tempat penimbunan sementara (TPS) melalui pengawasan Bea Cukai atau ekspor area.

Mendesak

Sebelumnya, pengoprasian terminal curah cair di Pelabuhan Teluk Bayur dinilai sudah sangat mendesak guna mengatasi hambatan pengapalan ekspor CPO.

Lima perusahaan CPO itu mendesak Pelindo II untuk segera mengoperasikan terminal curah di Gaung karena fasilitas yang ada tidak mampu lagi menampung kapal CPO yang masuk ke pelabuhan itu.

Dodi Saputra, Manager Terminal CPO PT AAJ, mengatakan perusahaannya sudah mulai membangun pabrik dan tanki di Gaung. "Kami sudah siap, tinggal menunggu beroperasinya terminal curah di Gaung," kata Dodi.

Terminal curah cair di Teluk Bayur kewalahan melayani kapal muatan CPO karena sudah melewati kapasitas tampung sehingga butuh tambahan terminal baru.

Pelindo II dinilai terlambat mengantisipasinya dan baru membangun fasilitas baru untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan throughput CPO di pelabuhan tersebut.

Fasilitas terminal CPO yang tersedia sudah tidak mampu lagi melayani dan menampung pengapalan ekspor dan pengapalan domestik.

Throughput pengapalan CPO sudah mencapai rata-rata 2,5 juta ton per tahun, sedangkan kapasitas tampung terminal curah cair di Teluk Bayur hanya mampu menampung 2 juta ton per tahun.

Terminal baru di Gaung memiliki kedalaman 11 LWS, dengan panjang dermaga 240 meter. Saat ini dipasang pipa sepanjang 3,2 km untuk menghubungkan dermaga 07 ke dermaga Gaung. (hlz/hlz)


Komentar