Minggu, 09 Agustus 2020 | 06:17 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Sabtu, 07 Desember 2019 21:58

Sambut Ibu Kota Baru di Kaltim, Pelindo IV Genjot Pengembangan 6 Pelabuhan Utama

Translog Today

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) berencana mengembangkan sekaligus enam pelabuhan utama, sejalan dengan penetapan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. 

Direktur Utama Pelindo IV Farid Padang mengungkapkan, rencana pembangunan dan pengembangan pelabuhan tersebut, antara lain berbasis peradaban baru yakni integrasi pelabuhan dan pariwisata, meliputi Pelabuhan Semayang Balikpapan, Pelabuhan Kuala Samboja dan Pelabuhan Palaran Samarinda. 

Juga pengembangan pelabuhan terintegrasi dengan industri di Pelindo IV sebagai langkah hilirisasi, yakni Terminal Petikemas Kariangau, Pelabuhan Kuala Samboja, Pelabuhan Palaran Samarinda dan Pelabuhan Marangkayu Bontang. 

Dia mengatakan Pelindo IV menghadapi sejumlah tantangan dalam rangka persiapan menyambut Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. “Salah satunya adalah pembangunan pelabuhan yang terintegrasi dengan dunia industri IKN dan wilayah penunjang di Kaltim,” ujarnya.

Dia mengungkapkan hal itu saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI Dalam Rangka Peninjauan Pembangunan Ibu Kota Baru dan Infrastruktur Pendukungnya di Balikpapan, Kamis (5/12).

Menurut Farid, pelabuhan merupakan akses utama jalur industri dan perdagangan, juga akan dicanangkan menjadi aset pariwisata baik itu domestik maupun internasional.

Disebut aset sektor pariwisata karena pelabuhan yang memadai akan menjadi destinasi sejumlah kapal pesiar (cruise) yang memungkinkan untuk sandar. “Tentu saja dengan banyaknya kapal pesiar yang berlabuh akan menambah pemasukan bagi daerah,” ujarnya.



Dia menargetkan percepatan pembangunan pelabuhan tersebut akan rampung dalam tiga tahun mendatang. Selama ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Gubernur Kaltim Isran Noor untuk menjalankan rencana tersebut.

Di era digitalisasi seperti sekarang, dia juga berharap adanya sebuah sistem pelayanan otomatis yang bisa mengukur dan mendata setiap barang atau yang berhubungan dengan industri di setiap pelabuhan. “Kami tidak mau ada kecolongan atau ada timbangan berlebihan yang lolos lagi,” tandasnya. (hlz/hlz)


Komentar