Senin, 20 Januari 2020 | 02:49 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Jumat, 13 Desember 2019 13:29

IPC Gandeng Port of Los Angeles Perkuat Daya Saing Global dan Rantai Pasok Digital

Translog Today
(IPC)

LOS ANGELES - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC membangun kemitraan strategis dengan Pelabuhan Los Angeles (Port of Los Angeles) Amerika Serikat guna meningkatkan daya saing di pasar global, menciptakan efisiensi rantai pasok digital, serta kerja sama program lingkungan dan keamanan di pelabuhan.

Kemitraan strategis ini tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya dan Executive Director Port of Los Angeles Eugene D. Seroka di Los Angeles, Rabu (12/12) waktu setempat.

"Amerika Serikat sudah lama jadi mitra perdagangan Indonesia. Sepanjang tahun 2018, nilai perdagangan kedua negara mencapai US$28 miliar, dan sekitar 11% tujuan ekspor Indonesia adalah AS. Dengan demikian, kerja sama kedua pelabuhan ini menjadi penting dan strategis," kata Elvyn dalam siaran pers, Jumat (13/12).

Dia menjelaskan, MoU ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang pernah dibangun sebelumnya. Tahun lalu, IPC dan Port of Los Angeles telah merintis pelayaran langsung (direct call) Jakarta-LA.

Kedua pelabuhan mempromosikan dan memasarkan rute baru CMA CGM Columbus-JAX dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ke Port of Los Angeles.

"IPC dan Port of Los Angeles sepakat memperluas kerja sama di bidang operasional pelabuhan, pengembangan infrastruktur kepelabuhanan, pengembangan teknologi informasi, serta berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan konsep pelabuhan ramah lingkungan" jelas Elvyn.

Kerja sama ini sekaligus bertujuan membangun efisiensi rantai pasok global, salah satunya melalui kegiatan inisiasi implementasi Port Optimizer yang dimulai dengan joint training IPC dan Port of Los Angeles selama 6 sampai 12 minggu.

Port Optimizer adalah pilot project yang dilakukan oleh Port of Los Angeles bekerja sama dengan GE Transportation.

Sistem ini akan membantu para stakeholder kepelabuhanan untuk meningkatkan kinerja pelabuhan dan supply chain dengan menggunakan dan mengolah data-data yang ada di pelabuhan.

Elvyn menambahkan, IPC dan Port of Los Angeles juga akan memperkuat kerja sama bisnis dan perdagangan, termasuk bertukar ide tentang model analitis untuk evaluasi bisnis kepelabuhanan.

Kerja sama ini adalah bagian usaha mewujudkan Indonesia sebagai poros maritime dunia dan upaya menjalankan visi IPC menjadi fasilitatior perdagangan di tahun 2024.

Sementara itu, Seroka menegaskan, nota kesepahaman itu merupakan wujud dari komitmen Pelabuhan LA dalam mempromosikan kerja sama internasional dan membangun kolaborasi lintas benua dalam memperkuat konektivitas global.

Pada 2018, lanjutnya, Pelabuhan LA sebagai salah satu pelabuhan utama di AS telah memfasilitasi perdagangan senilai US$297 miliar.

Dalam kesempatan itu, Dirut IPC juga melakukan pertemuan bisnis dengan para asosiasi dan cargo owner di LA untuk mempromosikan direct call Jakarta-LA sebagai upaya meningkatkan arus bongkar muat (throughput) di Tanjung Priok. (hlz/hlz)


Komentar