Sabtu, 29 Februari 2020 | 15:46 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Shipping
Senin, 30 Desember 2019 14:26

Urai Antrean Tongkang Batubara di Sungai Mahakam, Ini Langkah Pelindo IV

Translog Today
(Adji Tularji)

SAMARINDA - PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk mengurai antrean kapal tongkang yang membawa batubara di Sungai Mahakam.

Direktur Utama Pelindo IV Farid Padang mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan personil pandu yang standby selama 24 jam dengan sistem 3 shift serta penambahan sarana kapal tunda.

“Kami siagakan 2 unit di Jembatan Mahulu, 3 di Jembatan Mahakam dan 2 di Jembatan Mahkota Dua, serta 1 unit di Pelabuhan Palaran, dengan pola operasional memerhatikan kondisi pasang surut air di Sungai Mahakam,” jelas Farid, Minggu (29/12).

Pihaknya juga menambah 1 unit kapal tunda khusus di Jembatan Mahakam, sehingga total menjadi 3 unit karena selama ini sudah ada 2 unit yang standby.

Menurut dia, setiap Desember hingga Februari merupakan puncak musim penghujan, dimana frekuensi hujan pada bulan-bulan tersebut sangat tinggi menyebabkan banjir di hulu Sungai Mahakam dan naiknya muka air sungai.

Karena hal itu, kapal yang biasanya menunggu jadwal pasang untuk turun ke muara dapat memanfaatkan naiknya air sungai akibat banjir hulu dan membuat kapal bersamaan turun menuju muara.

Dari tongkang yang turun ke muara, ada yang langsung menuju ke muara dan ada pula yang masih bertambat sementara di perairan Harapan Baru sambil menunggu mother vessel tiba. Pola ini diambil karena memanfaatkan kondisi banjir hulu tersebut dari pada menunggu jadwal air pasang di hulu sungai.

Dia mengatakan Pelindo IV sudah melakukan pelayanan penundaan pada kolong Jembatan Mahakam berdasarkan jadwal pengolongan naik dan turun yang telah dibuat, mengacu pada Surat Edaran KSOP nomor UM.003/15/11/KSOP.SMD-2012 tanggal 28 November 2012 tentang Ketentuan Berlayar Pada Alur Pelayaran Di Kolong Jembatan Mahakam, Samarinda.

Keluhan INSA

Pada 13 Desember 2019 sempat terjadi antrean panjang ponton naik ke hulu yang akan melewati kolong Jembatan Mahakam dan para agent melalui Indonesia National Shipowners’ Association (INSA) telah menyampaikan komplain.

Menanggapi komplain INSA, tutur Farid, personil pandu Pelindo IV segera melakukan pemanduan dan penundaan untuk kapal naik ke hulu yang berjumlah 63 ponton serta kapal turun ke muara sebanyak 36 ponton, sehingga total yang terlayani 99 ponton telah dilayani.

“Kami telah menyurat ke KSOP terkait usulan penghapusan penjadwalan kegiatan pemanduan yang sebelumnya diatur pada Surat Edaran KSOP agar waktu pelayanan pemanduan dapat lebih panjang melalui surat nomor 12/KB.003/12/SMD-2019 tanggal 13 Desember 2019 perihal Laporan Pelaksanaan Penundaan di Kolong Jembatan Mahakam,” jelasnya.

Menurut dia, jarak antar tiang Jembatan Mahakam selebar 80 meter dan hanya dapat dilalui oleh 1 ponton saja secara bergantian dan saat ini terdapat fender pengaman kaki kiri jembatan yang mengurangi alur pelayaran -11 meter, sehingga alur pelayaran menjadi 69 meter saja. “

Hal ini menyebabkan perlunya kehati-hatian dalam pelayanan pemanduan. Pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan fender kaki kanan jembatan yang akan mengurangi alur pelayaran menjadi 58 meter saja,” kata Farid. (hlz/hlz)


Komentar