Minggu, 25 Oktober 2020 | 17:06 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Sabtu, 04 Januari 2020 19:37

Pengelolaan TPK Belawan oleh Pelindo I Tunggu Rekomendasi Kemenkeu

Translog Today
(Kemenhub)

MEDAN - Kementerian Perhubungan masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Keuangan terkait dengan pengelolaan Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Belawan oleh PT Pelabuhan Indonesia I (Persero).

“Secara prinsip kami sudah setuju bahwa TPK ini akan dikelola Pelindo I, namun demikian masih harus menunggu rekomendasi Kemenkeu,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau progres TPK Fase I dan II Pelabuhan Belawan, Medan, Sabtu (4/1).

Saat ini TPK Belawan Fase II dalam rencana pengoperasian dan progres TPK Fase I yang rencananya dikerjasamakan dengan Pelindo I. “Sekarang di Medan (Sumatera Utara) kita punya dua pelabuhan, yaitu Belawan dan Kuala Tanjung.

Untuk Belawan, ada beberapa hal yang akan dilakukan, yaitu kita akan lakukan KSP (Kerja Sama Pemanfaatan) dengan Pelindo I untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Dia berharap volume perdagangan melalui Belawan akan lebih meningkat karena lokasinya lebih besar. “Saya minta ada upaya untuk meningkatkan pelayanan terutama pengerukan yang masih menjadi masalah,” ujarnya.

Pengembangan TPK Belawan Fase I memiliki panjang dermaga 350 meter yang dikerjakan oleh Kemenhub, sementara TPK Belawan Fase II juga memiliki panjang 350 meter, yang pembangunannya dilakukan Pelindo I.

Pengembangan TPK Belawan Fase I dan Fase II dengan panjang total 700 meter ini dilakukan berdasarkan Rencana Induk Pelabuhan Belawan yang telah disahkan dalam Peraturan Menhub Nomor PM. 21 tahun 2012.

Dengan adanya TPK Fase I dan II, Belawan akan mendapat tambahan dermaga sepanjang total 700 m dengan total kapasitas 800.000-900.000 TEUs per tahun dan kedalaman kolam 14 m LWS yang mampu melayani kapal post panamax atau kapal dengan bobot 50.000 DWT.

Dengan demikian, total kapasitas TPK Belawan Fase I dan II ditambah terminal peti kemas eksisting nantinya mencapai 2 juta TEUs per tahun.

Pembangunan TPK Belawan Fase II diharapkan mampu mendorong dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi dan perdagangan nasional, khususnya Sumatera Utara dan sekitarnya, serta mendorong laju pertumbuhan lalu lintas peti kemas di Belawan.

Mengenai Pelabuhan Kuala Tanjung, Menhub mengatakan pemerintah segera dibahas bagaimana pengembangan Kuala Tanjung ke depan.

“Kuala Tanjung itu strategis sekali, di Selat Malaka, sudah disediakan jalan tol dan jalan kereta api. Sekarang kita akan mengombinasikan Kuala Tanjung itu atas dua fungsi, yakni sebagai transhipment serta destinasi dari dan menuju Kuala Tanjung,” jelasnya.

Rencana Pertamina

Menurut Menhub, ada inisiasi bagus dari Pertamina, yang akan membuat storage dan refinery di Kuala Tanjung. Jika Kuala Tanjung terdapat refinery dan storage yang besar pasti akan diikuti dengan industri lain seperti petrokimia dan sebagainya.

“Ini menjadi suatu inisiatif yang bagus sekali karena memang kita ingin membangun Kuala Tanjung itu adalah satu titik destinasi industri yang baik, bukan sekedar pelabuhan,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia segera melaporkan kepada Presiden mengenai inisiatif tersebut. Pemda juga diharapkan mendukung untuk menyiapkan sesuatunya seperti penyelesaian pembebasan tanah.

“Saya pikir sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, swasta ini harus dilakukan. Supaya ini ada suatu solusi untuk Kuala Tanjung dan Sumut,” tutur Menhub. (hlz/hlz)


Komentar