Selasa, 25 Februari 2020 | 19:09 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Rabu, 08 Januari 2020 17:02

Pelindo IV Siap Gelontorkan Rp5,4 Triliun Bangun Fasilitas Pelabuhan

Translog Today

MAKASSAR - PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menyiapkan belanja modal (capex) sebesar Rp5,4 triliun pada 2020, yang sebagian besar atau sekitar Rp2,4 triliun akan digunakan untuk membangun fasilitas pelabuhan.

Direktur Utama PT Pelindo IV Farid Padang mengungkapkan rencana itu dalam Evaluasi 2019 dan Outlook 2020 yang disampaikan kepada seluruh jajarannya melalui video conference dari Kantor Pusat Pelindo IV Makassar, Senin (6/1).

"Tahun ini, ada enam pelabuhan yang akan ditingkatkan statusnya dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose yakni Pelabuhan Sorong, Tarakan, Ternate, Kendari, Manokwari dan Pelabuhan Merauke," ungkap Farid.

Untuk Pelabuhan Sorong, paparnya, pengembangan yang dilakukan akan menyerap anggaran Rp281,5 miliar, yakni untuk pengembangan dermaga, perkerasan Container Yard (CY) atau lapangan penumpukan seluas 5 ha dan investasi alat.

Adapun di Pelabuhan Tarakan, perseroan akan menggelontorkan investasi Rp318,7 miliar, Pelabuhan Ternate Rp106,9 miliar, Pelabuhan Kendari Rp575,8 miliar, Pelabuhan Manokwari Rp42 miliar, dan Pelabuhan Merauke Rp74,2.

"Semua investasi yang dikeluarkan untuk pengembangan dermaga, perkerasan CY, reklamasi CY, pembuatan mooring dolphin dan catwalk, juga untuk pengadaan alat di pelabuhan," bebernya.

Menurut Farid, sebenarnya ada 9 pelabuhan yang ditingkatkan statusnya dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose.

"Namun yang tiga pelabuhan lainnya sudah selesai, yakni Pelabuhan Ambon, Pantoloan dan Jayapura. Tiga pelabuhan ini sudah selesai, tinggal 6 pelabuhan lagi yang ditarget kelar dalam tahun ini," ujarnya.

Dengan investasi tersebut, Farid menargetkan jumlah aset Pelindo IV tahun ini ditargetkan meningkat 27% menjadi Rp14 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp11 triliun. (hlz/hlz)


Komentar