Jumat, 21 Februari 2020 | 10:04 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Kamis, 30 Januari 2020 11:00

Cegah Virus Corona, Pelabuhan Tanjung Priok Perketat Pengawasan Kapal Asal Tiongkok

Translog Today
(Kemenperin)

JAKARTA - Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok menerbitkan Surat Edaran tentang Peningkatan Pengawasan dan Pencegahan terhadap Penyebaran Virus Corona di Lingkungan Wilayah Kerja Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta sebagai tindak lanjut instruksi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Melalui surat edaran tertanggal 28 Januari itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Capt. Hermanta menginstruksikan kepada seluruh Petugas Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara ketat terhadap penumpang dan kru kapal yang berasal dari Tiongkok.

“Saya instruksikan kepada seluruh personil yang bertugas untuk melakukan koordinasi secara intensif dengan para stakeholders, khususnya dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Utama Tanjung Priok (KKP) melalui contact point Perwira Jaga Kantor Kesehatan Pelabuhan di nomor telepon 081382089706,” Kata Capt. Hermanta, Rabu (29/1).

Selain itu, untuk menghindari kemungkinan penularan, dia mengistruksikan kepada personil yang bertugas di Pelabuhan Internasional untuk menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) yang memadai selama menjalankan tugas.

“Di area dengan potensi penularan tinggi, seperti di Pelabuhan Internasional, petugas sudah saya instruksikan untuk menggunakan alat perlindungan diri selama menjalankan tugas, minimal masker dan sarung tangan,” ujarnya.

Hermanta menegaskan, para petugas telah diinstruksikan untuk bertindak dengan tegas, segera dan ketat, tanpa kompromi terhadap potensi terjadinya penyebaran atau penularan virus Corona (2019-nCoV) yang mewabah di Wuhan, Tiongkok, dan menyebar ke seluruh dunia.

Lebih lanjut, tutur Hermanta, pihaknya juga mewajibkan kepada kapal-kapal asing yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok untuk melampirkan surat pernyataan bebas penyakit Pneumonia yang ditandatangani oleh Nakhoda, atau Maritime Declaration of Health.

“Surat Pernyataan ini harus dilampirkan pada saat melakukan lapor tiba secara online, begitu juga dengan daftar 10 Pelabuhan Singgah terakhir,” tegasnya.

Dia berharap upaya ini dapat membantu untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona ke Indonesia melalui jalur laut, sebagaimana telah diinstruksikan sebelumnya oleh Menhub kepada seluruh stakeholder transportasi.

“Dengan koordinasi yang baik antara semua stakeholder transportasi laut, kita dapat mencegah masuknya virus tersebut ke Indonesia, khususnya melalui jalur laut,” ujar Hermanta. (hlz/hlz)


Komentar