Sabtu, 19 September 2020 | 06:34 WIB

Visit our social media :
Home / Regulation / Logistics
Kamis, 06 Februari 2020 12:28

Pengiriman Kargo dari dan ke Tiongkok Tetap Dibuka, Hewan Hidup Dihentikan Sementara

Translog Today

JAKARTA - Pengiriman barang/kargo dari dan ke Tiongkok (RRT), baik melalui pelabuhan maupun bandara, dipastikan tetap berjalan seperti biasa, sementara pengiriman hewan hidup (life animal) dari negara itu dihentikan sementara.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hengki Angkasawan mengungkapkan, hal tersebut diputuskan dalam Rapat Terbatas terkait Penanganan Virus Korona yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (4/2).

“Berdasarkan hasil rapat terbatas dengan Presiden yang dihadiri oleh Menhub, Pemerintah memutuskan pengiriman kargo dari RRT tetap berjalan seperti biasa. Yang dihentikan sementara adalah pengiriman hewan hidup dari RRT,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hengki Angkasawan, Rabu (5/2). 

Hengki mengungkapkan, alasan tidak dihentikannya pengiriman barang/kargo dari RRT adalah belum ada temuan ada penularan virus korona melalui barang/kargo dan belum ada imbauan dari World Health Organization (WHO) terkait hal itu.

“Sementara penghentian pengiriman hewan hidup dari Tiongkok, dilakukan karena diketahui penularan virus Korona selain ditularkan dari manusia ke manusia juga dapat ditularkan dari hewan hidup,” ungkapnya.

Dia mengatakan, detil pengaturan penghentian pengiriman hewan hidup dari RRT ke bandara ataupun pelabuhan di Indonesia akan dibuat oleh Dirjen Perhubungan Udara dan Dirjen Perhubungan Laut.

Adapun, pengaturan terhadap pengiriman produk holtikultura seperti bawang dan buah-buahan ataupun produk makanan lainnya dari RRT, Kemenhub akan berkoordinasi dengan Kementerian terkait seperti Kemendag, Kementan, dan Kemenkes untuk penanganannya.

“Menhub telah menginstruksikan kepada Dirjen Perhubungan Laut dan Udara untuk bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan di bandara dan pelabuhan serta mengkoordinasikan pelaksanaannya kepada operator bandara dan pelabuhan, serta stakeholder terkait,” kata Hengki.

Sementara itu, penundaan sementara penerbangan dari dan ke RRT telah berlaku sejak Rabu dini hari pukul 00.00 WIB sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi Pemerintah untuk melakukan pencegahan penyebaran virus korona yang telah ditetapkan oleh WHO sebagai global epidemic dengan status darurat global.

Kemenhub mengimbau kepada operator penerbangan agar menginformasikan rencana penundaan tersebut kepada masyarakat untuk meminimalkan kerugian penumpang. Kemenhub tengah menginventarisir terkait dampak yang ditimbulkan akibat dari penundaan itu. (hlz/hlz)


Komentar