Jumat, 21 Februari 2020 | 09:37 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Jumat, 14 Februari 2020 21:14

Kemenhub dan Wika-PP Teken Proyek Jembatan Penghubung Pelabuhan Patimban

Translog Today
(Kemenhub)

JAKARTA - Proyek pengembangan Pelabuhan Patimban tahap pertama (paket ke-3) Jembatan Penghubung ditandatangani Kementerian Perhubungan dan perusahaan gabungan Wika-PP.

Penandatanganan disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono dan Dirjen Perhubungan Laut R. Agus. H Purnomo di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (13/2).

Agus mengungkapkan, Kemenhub telah memulai pembangunan Pelabuhan Patimban yang masuk dalam tahap pertama, antara lain area terminal, pembangunan breakwater, seawall, dan revetment, back up area, jalan akses, dan jembatan penghubung.

“Progres pembangunan kontruksi terminal kendaraan dan peti kemas sejak tanggal kontrak 27 Juli 2018 telah mencapai 58,37% per 26 Januari 2020, pembangunan breakwater, seawall dan revetment sejak tanggal kontrak 30 November 2018 telah mencapai 25, 036 % per 11 Februari 2020,” ungkapnya.

Dia mengatakan pembangunan jembatan penghubung sepanjang ± 1 km akan menjadi akses utama yang menghubungkan kawasan terminal kendaraan dan peti kemas dengan kawasan back up area sebagai penunjang pelabuhan.

Adapun nilai kontrak Paket 3 mencapai Rp524,14 miliar yang akan dikerjakan selama lebih kurang 630 hari, dengan ruang lingkup kerja meliputi pembersihan lahan, pembongkaran, penggalian struktur, pengaspalan, struktur beton, pekerjaan pendukung, utilitas dan instalasi pipa air suplai.

Sebagai informasi, Pelabuhan Patimban akan dibangun dalam 3 tahap. Pada tahap pertama, direncanakan dapat melayani 3,75 juta TEUs peti kemas dan 600.000 unit kendaraan bermotor (CBU).

Pada tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5.5 juta TEUs dan pada tahap ketiga naik lagi menjadi 7,5 juta TEUs.

“Nantinya, kita berharap pada tahun 2027 Patimban akan menjadi pelabuhan besar yang akan difungsikan untuk kegiatan ekspor produk otomotif,” kata Agus.

Sementara itu, Sekjen Djoko sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo, pelabuhan ini meningkatkan kinerja pelabuhan lebih kompetitif sehingga dapat menurunkan biaya logistik dan mendorong ekspor.

Menurut dia, jika berjalan lancar pada September 2020 akan dilakukan soft opening Pelabuhan Patimban tahap pertama.

“Pemerintah berharap pelabuhan ini dapat mengefisienkan biaya ekspor produk otomotif, meningkatkan daya saing, menurunkan biaya logistik, serta mendukung kelancaran arus barang yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Pelabuhan ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dibangun di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan melalui pendanaan dari Official Development Assistance (ODA Loan) Pemerintah Jepang. 
(hlz/hlz)


Komentar