Senin, 06 April 2020 | 02:16 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Shipping
Selasa, 18 Februari 2020 15:23

Amindotek Raih Kontrak Angkutan Batu Bara Bukit Asam Rp394 Miliar

Translog Today
Aryo Maulana (kedua kiri) dan Dirut BPB Rafli Yandra (tengah (translogtoday)

JAKARTA - PT Amindotek meraih kontrak dari PT Bukit Prima Bahari, afiliasi usaha PT Bukit Asam (Persero) Tbk, untuk pengangkutan batu bara sebanyak 5 juta ton selama 3 tahun ke depan.

Kontrak kerja sama ditandatangani oleh CEO Grup Amindotek Aryo Maulana dan Presiden Direktur PT Bukit Prima Bahari (BPB) Rafli Yandra di Hotel Gran Mahakam Jakarta, Selasa (18/2). Penandatanganan kontrak disaksikan oleh Direktur Amindotek Jeffry Ardiansyah P. serta Direktur BPB Feri Kiswondo dan Donna Dadang.

Jeffry Ardiansyah menyampaikan apresiasi yang tinggi dan terima kasih kepada BPB atas kesempatan dan kepercayaan kepada Amindotek untuk meramaikan jasa angkutan laut di dalam negeri.

Insya Allah Amindotek yang diisi oleh anak-anak muda memiliki kapabilitas dan integritas untuk memberikan pelayanan terbaik dan saling menguntungkan bagi kedua perusahaan,” kata Jeffry saat memberikan sambutan. \

Dia mengatakan, Amindotek siap investasi pengadaan kapal untuk mendukung kontrak tersebut. Saat ini, perusahaan telah memiliki kapal kargo curah kapasitas 20.000 DWT, dan segera menambah dua tongkang ukuran 270 dan 300 pada April nanti.

“Kami juga sedang mencari kapal curah supramax kapasitas 55.000 DWT, yang sekarang sudah masuk pipeline. Semua kapal itu untuk mendukung kontrak pengangkutan BPB,” ungkapnya.

Menurut Jeffry, pihaknya menggandeng lembaga pembiayaan untuk investasi pengadaan kapal, antara lain dengan BRI Syariah dan PT PANN (Persero).

Dalam kontrak tersebut, BPB mengalokasikan pengangkutan batubara oleh Amindotek sebanyak 5 juta ton selama 3 tahun hingga 2023 ditambah masa perpanjangan 2 tahun dengan nilai sekitar Rp394 miliar.

Dalam sambutannya, Dirut BPB Rafli Yandra mengatakan pihaknya memilih Amindotek karena mampu memberikan jaminan pengadaan kapal.

“Saat ini mencari kapal sulit karena pasar sedang naik. Kami cari konsumen dan Amindotek mau investasi. Kami apresiasi Amindotek yang dikelola anak-anak muda berdedikasi tinggi,” ujarnya.

Rafli menjelaskan, pihaknya menganggarkan angkutan sebanyak 6 juta ton pada tahun ini, lebih besar dari volume perusahaan induk (Bukit Asam) sekitar 4 juta ton.

Menurut dia, pada semester kedua tahun ini akan ada tambahan volume angkutan, terutama kargo dari Kalimantan, yang diperkirakan mencapai 2 juta ton. (hlz/hlz)


Komentar