Senin, 06 April 2020 | 03:16 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Senin, 24 Februari 2020 19:18

Tingkatkan Layanan Bongkar Muat, IPC TPK Pontianak Ganti Baru 4 Unit Tenggo

Aidikar M. Saidi

PONTIANAK - IPC TPK Pontianak mengganti 4 unit transtainer (tenggo) dengan mesin baru untuk meningkatkan pelayanan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Dwikora Pontianak.

Manager Area IPC TPK Pontianak Hendri Purnomo mengatakan alat bongkar muat untuk lapangan penumpukan atau container yard (CY) itu adalah alat jenis RMGC (Rail Mounted Gantry Cranes) buatan tahun 2011. I

PC TPK Area Pontianak saat ini mengoperasikan 8 unit RMGC, 4 unit di antaranya buatan 2014. "Alat bongkar muat peti kemas di CY juga ada 2 unit Reach Stackers buatan 2005 dan yang terbaru 2018," ungkapnya, Minggu (23/2).

Hendri mengakui, selama 2019 throughput peti kemas sedikit turun menjadi 262.880 TEUs dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 277.887 TEUs. Ini disebabkan pengapalan komoditas utama turun dratis, seperti kelapa, karet, limbah, damar dan arang.

Sebelumnya dia mengungkapkan bahwa kontrak windows dengan delapan perusahaan pelayaran di TPK Pelabuhan Pontianak sudah penuh. "Windows penuh, sehingga tidak bisa lagi menambah kapal peti kemas reguler masuk ke Pontianak," ujarnya.

Delapan perusahaan pelayaran itu yakni PT Tanto Intim Line, PT Tempuran Emas Tbk, PT Prima Nur Panurjwan, PT SPIL, PT Spedak Utama Sipindo, PT Lintas Kumala Abadi, PT Meratus Lines, dan PT Samudera Intan.

Menurut Hendri, lima perusahaan pelayaran sebagai kontribusi terbesar adalah Tanto Intim Lines, disusul Tempuran Emas, Salam Pasific Indonesia Lines, Pelayaran Panurjwan, dan Sepedak Utama Sipindo.

Sejak Januari 2019, paparnya, kinerja operasional TPK Pontianak sudah mencapai 47 BSH (Box/Ship/Hour), hampir dua kali lebih tinggi dari standar Ditjen Perhubungan Laut yang ditetapkan 24 BSH. (hlz/hlz)


Komentar