Senin, 06 April 2020 | 01:43 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Kamis, 27 Februari 2020 18:10

TPK Koja Bakal Operasikan 3 Gantry Crane Super Post Panamax pada 2022

Aidikar M. Saidi

JAKARTA - Terminal Peti Kemas (TPK) Koja pada 2022 ditargetkan siap mengoperasikan tiga unit gantry crane jenis Super Post Panamax untuk melayani kapal peti kemas generasi keempat dengan kapasitas angkut di atas 10.000 TEUs.

"Dengan pemasangan crane canggih itu, TPK Koja diharapkan mampu bersaing dengan TPK NPCT1 dan Pelabuhan Patimban pada 2022," kata Sekretaris Perusahan TPK Koja Safuan didampingi Kahumas Capten Didit Soediyoto usai perayaan HUT TPK Koja ke 22 di Jakarta, Rabu (26/2).

Saat ini, kata Safuan, TPK Koja mempersiapkan fasilitas pendukung untuk memasang gantry crane canggih itu dengan melakukan penguatan dermaga sepanjang 600 meter dan perkerjaannya sudah dimulai sejak awal Januari 2020.

Jadi, TPK Koja mengoperasikan 3 unit crane Super Post Panamax dengan jangkauan atau row 22 sampai 27 meter, artinya sudah mampu bersaing dengan terminal peti kemas tetangga yakni New Port Container Terminal 1 (NPCT1).

Menurut Safuan, throughput peti kemas yang dilayani TPK Koja selama 2019 mencapai 814.000 TEUs atau naik sekitar 3% dibandingkan 2018 sebanyak 889.000 TEUs.

Namun prestasi tersebut masih di bawah 2017 yang mencapai 1.092.672 TEUs atau di atas kapasitas TPK Koja 1 juta TEUs per tahun.

Untuk 2020, throughput ditargetkan minimal sama dengan 2019 karena dermaga berkurang akibat pemasangan 3 unit crane baru.

Pada 2022, ungkap Safuan, TPK Koja akan mengoperasikan 8 unit gantry crane dan saat ini ada 7 unit gantry crane. Pasalnya 2 gantry crane akan diganti dengan 3 unit Super Post Panamax.

Produktivitas muat saat ini sekitar 26-27 BSH (Boss/Ship/Hours) dan dan untuk bongkar bisa 30 BSH. Dia berharap setelah penguatan dermaga dan beroperasinya tiga unit crane canggih pada 2022, throughput terminal peti kemas tersebut bisa melampaui NPCT 1.

“Crane Super Post Panamax bertujuan mengantisipasi kunjungan kapal yang trennya semakin besar. Seperti OOCL di TPK Koja memakai kapal generasi IV, dengan volume 18.000 sampai 20.000 TEUs per bulan,” tuturnya.

Selain itu, TPK Koja menambah fasilitas RTG atau Tenggo dan head truck pendukung operasional yang harus menyesuaikan dengan container crane Super Post Panamax. (hlz/hlz)


Komentar