Senin, 13 Juli 2020 | 12:30 WIB

Visit our social media :
Home / Regulation / Logistics
Jumat, 28 Februari 2020 08:44

ALFI: RUU Cipta Kerja Belum Akomodasi Sektor Logistik

Aidikar M. Saidi

JAKARTA -

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menilai Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja yang sedang digodok Pemerintah saat ini belum mengakomodasi kebutuhan pengusaha di sektor logistik.

Padahal, cantolan aturan yang mencakupi berbagai jenis usaha di sektor logistik dapat dilihat dari Peraturan Menteri Perhubungan (PM) No. 49/2017 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (PPJPT). 

"PM 49 itu sudah lengkap mencerminkan kegiatan logistik nasional dan internasional, terdapat 21 jenis usaha. Malah aturan ini tidak masuk sebagai landasan dari RUU Cipta Kerja itu," kata Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi, Kamis (27/2).

Menurut dia, yang dijadikan landasan dalam penyusunan RUU Cipta Kerja itu justru beleid yang berkaitan dengan aktivitas angkutan multimoda. Padahal, RUU Cipta Kerja bertujuan memudahkan investor dalam aspek perizinan usaha di dalam negeri. 

"Sangat kami sayangkan karena ketika dari sisi logistik yang dijadikan landasan hukum RUU itu malah aturan yang tidak lengkap. Padahal, kebijakan yang menyangkut angkutan multimoda tersebut belum mengatur jenis usaha yang lebih holistik di bidang logistik," tuturnya.

Yukki menilai jika cantolan utama RUU itu adalah aturan multimoda, maka sebagaimana tertuang pada PP maupun Perpres-nya menyebutkan bahwa aturan multimoda itu justru belum bisa memberikan secara lengkap logistik end to end.

Padahal, jelas dia, kegiatan logistik end to end itu tidak hanya berkaitan dengan moda transportasinya. Akibatnya, kemudahan dengan satu izin usaha dalam RUU tersebut masih berpeluang terjadi pihak yang berkegiatan end to end mesti menggunakan beberapa izin.

Izin pun masih harus melalui beberapa Kementerian seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perdagangan. “Oleh karena itu, pelaku usaha logistik berharap RUU Cipta Kerja mengakomodasi seluruh proses bisnis/jasa logistik dari awal hingga akhir atau end to end,” ujarnya.

(hlz/hlz)


Komentar