Senin, 06 April 2020 | 03:13 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Sabtu, 29 Februari 2020 14:30

Pelindo IV Siap Kembangkan Pelabuhan Sorong dan Arar, Terintegrasi dengan KEK Sorong

Translog Today
(Pelindo IV)

SORONG - PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) siap mengembangkan Pelabuhan Sorong dan Pelabuhan Arar di Papua Barat yang akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong.

Direktur Utama Pelindo IV Farid Padang mengungkapkan rencana pengembangan Pelabuhan Sorong sudah tertuang dalam Keputusan Presiden (KP) No 377 Tahun 2017 Tentang Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Sorong Provinsi Papua Barat dan tahun ini pihaknya sudah menyiapkan anggaran investasi Rp750 miliar.

“Dengan pengembangan itu, Pelabuhan Sorong akan memiliki Container Yard (CY) atau lapangan penumpukan seluas 8 hektare dan dermaga sepanjang 340 meter,” kata Farid saat mendampingi kunjungan kerja Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di KEK Sorong, Papua Barat, Kamis (27/2).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, beberapa kementerian terkait dan Staf Khusus Presiden Gracia Billy Yosaphat Y. Mambrasar, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, dan GM Pelindo IV Cabang Sorong Raflin Halid.

Menurut Farid, ada tiga tahapan yang akan dilakukan Pelindo IV dalam pengembangan Pelabuhan Sorong. Pertama, pengembangan jangka pendek yang dilakukan sejak 2016 hingga 2021, jangka menengah 2022-2027, dan jangka panjang 2028-2036.

Dalam pengembangan Pelabuhan Sorong, Pelindo IV akan melakukan perubahan jalur akses Jalan Ahmad Yani, yang saat ini sebagai jalan protokol akses publik Kota Sorong dengan status Jalan Nasional.

“Rencana perubahannya, Jalan Ahmad Yani ditutup untuk akses publik, alternatif peralihan jalan Ahmad Yani yaitu melalui Jalan Kuda Laut (Puncak Arfak dan jalur Lapangan Hoki),” jelasnya.

Adapun perubahan jalur aksesnya, saat ini Jalan Ahmad Yani digunakan bersama sebagai jalan akses pelabuhan dan jalan protokol untuk masyarakat.

Untuk menjaga kelancaran aktivitas pelabuhan yang semakin meningkat dan juga dari sisi keselamatan masyarakat sebagai pengguna jalan, diusulkan untuk penutupan Jalan Ahmad Yani sebagai jalur akses pelabuhan saja.

Adapun untuk Pelabuhan Arar, Pelindo IV juga mengatur dalam tiga fase pengembangan, yakni jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang dengan total investasi yang disiapkan Rp350 miliar.

“Nantinya Pelabuhan Arar akan terintegrasi dengan KEK Sorong. Antara Pelabuhan Sorong dan Arar hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dengan jarak tempuh sekitar 36 km. RIP Pelabuhan Sorong eksisting menyatu dengan Pelabuhan Arar,” jelas Farid.

Sementara itu, KEK Sorong akan dibangun di atas lahan seluas 523,7 hektare. “Dengan perkiraan investasi pembangunan kawasan Rp3,1 triliun dan investasi pelaku usaha sejumlah Rp32,5 triliun,” ungkap Farid.

Kegiatan utama KEK Sorong adalah industri pengolahan kelapa sawit, industri hasil hutan dan perkebunan (sagu), logistik dan industri pengolahan nikel.

Infrastruktur yang tersedia, di antaranya jaraknya hanya 30 km dari Bandara Domine Eduard Osok, tersedia listrik 9 MW dan jalan kawasan telah terbangun. (hlz/hlz)


Komentar