Senin, 06 April 2020 | 02:48 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Shipping
Minggu, 01 Maret 2020 12:01

Dukung Ekspor Bali, Meratus Line Tambah Kunjungan Kapal Peti Kemas di Pelabuhan Benoa

Aidikar M. Saidi

BENOA - PT Meratus Line menambah frekuensi kunjungan kapal peti kemas ke Pelabuhan Benoa, Bali, menjadi 3 hari sekali untuk mendukung ekspor UKM di Pulau Dewata.

"Kompetisi di angkutan darat berat, apalagi kondisi jalan yang turun-naik dari Gilimanuk ke Denpasar dan jalan yang cuma satu jalur membuat angkutan barang lewat darat lambat," kata Budi Muljono Rachman, Trade Director Meratus Line, kepada Translogtoday, Minggu (1/3/2020).

Dia mengatakan Meratus Line meningkatkan frekuensi 3 hari sekali untuk menyinggahi Pelabuhan Benoa, guna mengakomodasi kepentingan ekspor UKM.

Budi Muljono mengatakan angkutan barang alternatif melalui jalur laut di Pelabuhan Benoa menjadi angin segar bagi para eksportir khususnya pelaku UMKM di Bali. Meratus Line sudah menyiapkan 2 kapal dari Surabaya dan akan melayani rute tersebut 3 hari sekali.

“Kepastian jadwal ini tentunya sangat dinantikan pelaku bisnis di Bali karena sebelumnya ekspor lewat laut hanya 1 kali seminggu. Sekarang pemilik barang dapat mengirim barang secara reguler tiap 3 hari sekali. Tentunya dengan kenyamanan ini pemilik barang memiliki banyak alternatif moda transportasi,” tuturnya.

Ke depan, lanjut Budi, angkutan laut akan semakin baik menyusul rencana pengembangan Pelabuhan Benoa menjadi Bali Maritime Tourism Hub.

Pelindo III telah menyiapkan zona peti kemas khusus yang nantinya mampu mengakomodasi kebutuhan bongkar muat peti kemas guna memenuhi kebutuhan logistik di Bali dan mengurangi beban lalu lintas peti kemas melalui darat.

Dukungan Pelindo III

Sebelumnya PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) menegaskan, siap mendorong kemajuan pariwisata di Bali, antara lain melalui proyek Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) yang akan rampung pada 2023.

Untuk mendukung pariwisata maritim, Pelindo III bersama Pemprov Bali, Bea Cukai, DPW ALFI Bali, dan Meratus Line telah menandatangani nota kesepakatan di Bali, Jumat (28/2/2020).

Nota kesepakatan tersebut tentang Pemberian Insentif Jasa Kepelabuhanan Produk Ekspor dari Bali untuk Peningkatan Aktivitas dan Efisiensi Logistik Angkutan Laut guna menunjang sektor pariwisata dan perdagangan.

Nota kesepakatan tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi sistem logistik dan daya saing angkutan laut dengan menata lalu lintas petikemas yang sebelumnya melalui jalur darat agar mulai menggunakan jalur laut.

Dengan beralihnya komoditas ekspor melalui jalur laut, diharapkan mengurangi beban dan jalan nasional, mengurangi risiko kecelakaan, dan meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan di Bali.

Gubernur Bali I Wayan Koster dalam sambutannya saat pemberangkatan kapal peti kemas yang membawa komoditas ekspor perdana di Pelabuhan Benoa mengatakan, tersedianya kapal peti kemas yang sandar dan mengangkut komoditas ekspor di Pelabuhan Benoa akan memberikan dampak positif kepada Bali.

Danpak positif itu, di antaranya menekan sistem dan biaya logistik serta mengurangi risiko kerusakan jalan darat dampak dari arus pengiriman barang lewat darat.

“Kemudahan ekspor barang melalui Pelabuhan Benoa, dapat mengurangi beban biaya logistik serta menekan potensi kerusakan jalan nasional di wilayah Bali. Hal ini juga akan mendorong pelaku industri kerajinan dan kreatif Bali untuk semakin memperluas jangkauannya di luar negeri,” ujar Wayan Koster.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto pada kesempatan itu menyatakan bahwa Pelindo III senantiasa hadir dan mendukung potensi peningkatan ekonomi khususnya di wilayah Bali dan sekitarnya.

Bahkan Pelindo III sudah menyiapkan insentif tarif jasa bongkar muat di sejumlah pelabuhan, terutama Bali “Ini merupakan wujud kepedulian Pelindo III untuk mendorong peningkatan ekonomi melalui pariwisata seperti Bali dengan memberikan sejumlah insentif dan kelonggaran alur logistik,” ujarnya.

Dia berharap insentif ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku bisnis agar bisa mengefisienkan waktu. “Ini semua demi meningkatkan kualitas kenyamanan dan keamanan pariwisata di Bali,” ujarnya. (hlz/hlz)


Komentar