Senin, 06 April 2020 | 01:48 WIB

Visit our social media :
Home / Regulation / Maritime
Kamis, 12 Maret 2020 20:27

Kemenhub Berencana Terapkan e-Piloting di 3 Wilayah Perairan Ini

Translog Today

SURABAYA - Kementerian Perhubungan berencana menerapkan Electronic Pilotage guna meningkatkan peran stasiun Vessel Traffic Service (VTS) sebagai e-Piloting dalam pemanduan kapal yang melintasi alur pelayaran dan selat di perairan Indonesia.

Wilayah perairan yang rencananya diterapkan e-Piloting, yaitu Selat Malaka, Singapura dan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

“Kami ingin meyakinkan kepada stakeholder dengan pemanfaatan teknologi VTS, khususnya peranannya sebagai e-Piloting akan dapat mencapai efektivitas dan efisiensi,” ujar Direktur Kenavigasian Kemenhub Hengki Angkasawan dalam Focus Group Discussion (FGD), Kamis (12/3).

Dia mengatakan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub berusaha menyiapkan segala sesuatunya sehingga apa yang menjadi bahan atau kendala di lapangan bisa dimitigasinya sejak dini.

Menurut Hengki, pihaknya sedang membuat e-Piloting di 4 pelabuhan untuk memastikan VTS dapat berfungsi sesuai dengan standar piloting untuk bernavigasi bagi kapal, baik dari alur maupun di kolam pelabuhan.

“Kami akan uji coba 3 bulan ke depan, kalau itu bisa dilaksanakan tentu sedikit menjawab apabila nanti rencana perubahan organisasi pemanduan beralih ke kita maka kita sangat percaya diri dan siap melakukan itu,” tegas Hengki.

Dia mengungkapkan saat ini terdapat 23 VTS yang telah berstandar internasional. “Operator VTS secara set di internasional itu ada 25 orang, dan mereka harus mempunyai kemampuan setara dengan seorang pandu yang menguasai nautika serta memilki legalitas jenjang ANT 3, 2, 1,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Hengki, seorang operator VTS harus mempunyai sertifikat, baik di sisi pengawakan kapal, safety, dan secutity juga harus dipahami.

Dalam menerapkan sistem itu, Hengki mengatakan pihaknya punya best practice dari negara lain. Selain itu, dalam pengadaan peralatan juga dilakukan terlebih dahulu komparasi atau membandingkan dengan sistem yang sebelumnya.

Kepala Distrik Navigasi Kelas I Surabaya Gunung Hutapea mengatakan, kualitas peralatan di Tanjung Perak akan ditingkatkan supaya sesuai standar internasional sebelum penerapan e-Piloting. “Jadi nanti no service no pay, kita betul-betul profesional untuk melaksanakan e-Piloting itu ke depan,” tegasnya.

Melalui FGD ini, dia berharap setiap navigasi menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan, termasuk SDM. “Saat ini tenaga di VTS Surabaya baru 10 orang dengan pola 3 shift untuk pelayanan non-stop 24 jam,” ujar Gunung. (hlz/hlz)


Komentar