Senin, 06 April 2020 | 02:07 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Selasa, 24 Maret 2020 22:15

Dihantui Wabah Corona, Arus Peti Kemas di Priok Turun 5,13%

Translog Today
Pelabuhan Tanjung Priok (IPC)

JAKARTA - Arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok turun 5,13% dalam 2 bulan terakhir, sejak wabah virus corona (Covid-19) merebak di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Selama Januari-Februari 2020, jumlah peti kemas yang masuk ke pelabuhan tersibuk di Indonesia itu mencapai 992.000 TEUs. Jumlah ini menurun 53.000 TEUs dibandingkan throughput Januari-Februari 2019 sebanyak 1.045.000 TEUs.

“Penurunan ini merupakan dampak langsung dari merebaknya virus corona, yang awal penyebarannya terjadi di Wuhan, China. Kondisi ini bisa dimengerti, karena sejak wabah corona merebak di China pada Desember 2019, produktivitas di sana langsung turun drastis,” kata Direktur Transformasi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC Ogi Rulino, Jumat (20/3).

Meskipun terjadi penurunan throughput pada 2 bulan pertama tahun ini, Ogi optimistis arus peti kemas akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Apalagi situasi di China dilaporkan mulai pulih dan industrinya kembali bergerak.

Sejauh ini, IPC belum merumuskan perubahan target peti kemas tahun 2020. Menurut Ogi, pihaknya masih melakukan kajian serta mengamati perkembangan perekonomian global dalam 2-3 bulan ke depan.

“Terutama situasi di China, yang berkontribusi paling besar terhadap jumlah arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok,” jelasnya. Sebelumnya, IPC menargetkan arus peti kemas mencapai 8,1 juta TEUs pada tahun 2020 ini. (hlz/hlz)


Komentar