Sabtu, 30 Mei 2020 | 01:56 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Sabtu, 28 Maret 2020 17:53

Cegah Virus Corona, Pelabuhan Tanjung Priok Kembali Disterilisasi

Translog Today
(IPC)

JAKARTA - Pelabuhan Tanjung Priok kembali disterilisasi untuk mencegah penyebaran wabah virus corona (Covid-19) dengan menyemprotkan disinfektan terutama di area dermaga.

“Ketika ada anjuran agar warga bekerja di rumah (work from home), aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok, terutama di dermaga tidak berhenti. Petugas pandu, operator crane, petugas lapangan penumpukan peti kemas, termasuk supir truk kontainer terus bekerja di lapangan,” kata Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC Arif Suhartono, Sabtu (28/3).

Sementara itu, Walikota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko mengatakan, dalam situasi seperti saat ini, semua pemangku kepentingan di Pelabuhan Tanjung Priok, termasuk Kantor Walikota Jakarta Utara harus terlibat dalam upaya mencegah penyebaran virus corona di pelabuhan.

“Ini adalah bentuk dukungan semua pihak dalam mencegah penyebaran virus Corona di pelabuhan, yang merupakan obyek vital negara,” katanya.

Penyemprotan disinfektan dilakukan oleh petugas PMI Jakarta Utara, di bawah koordinasi Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Priok Kurniawan Tandi Rongre.

Bantu PMI

Dalam kesempatan itu, General Manager IPC Cabang Pelabuhan Tanjung Priok Suparjo menyerahkan donasi kepada PMI Jakarta Utara untuk memperluas cakupan sterilisasi, termasuk di beberapa area pelabuhan yang berdekatan dengan aktivitas warga.

Arif Suhartono menjelaskan, IPC telah berupaya meminimalisir interaksi antar-manusia di area pelabuhan. Sejak dua pekan lalu, pihaknya telah menginstruksikan sebagian besar karyawan untuk bekerja dari rumah.

Meski demikian, IPC memastikan bahwa layanan terhadap pengguna jasa tetap berjalan normal.

“Kami sudah mengimbau semua pengguna jasa memanfaatkan teknologi informasi di setiap pelayanan adminsitrasi. Sudah ada aplikasi ipc-e-services (eservice.indonesiaport.id) untuk permintaan pelayanan peti kemas, dan ada portal idpcs.id untuk permintaan pelayanan kapal, sehingga agen pelayaran tak perlu harus datang ke kantor,” jelasnya.

Namun, Arif mengakui operasional di dermaga dan terminal peti kemas tak terhindarkan. Para operator lapangan tetap bekerja guna menjamin kelancaran keluar-masuk barang di pelabuhan, yang umumnya barang kebutuhan masyarakat. (hlz/hlz)


Komentar