Sabtu, 30 Mei 2020 | 02:24 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Airport
Kamis, 23 April 2020 13:39

Terpukul Dampak Covid-19, Begini Strategi Angkasa Pura II Bertahan Hidup

Translog Today
(Angkasa Pura II)

JAKARTA -

PT Angkasa Pura II (Persero), operator bandara terbesar di Indonesia, berupaya bertahan dari dampak pandemi virus corona (Covid-19) yang mengakibatkan arus penerbangan turun tajam dalam sebulan terakhir.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengungkapkan, perseroan kini sedang menjalani fase Kelangsungan Hidup Bisnis sebagai langkah pertama sebelum menuju ke fase Pemulihan Bisnis, kemudian berlanjut ke fase Keberlanjutan Bisnis.

“Tiga fase ini adalah bagian dari strategi mitigasi risiko Manajemen Kelangsungan Bisnis yang didirikan oleh PT Angkasa Pura II,” ungkapnya.

Dalam fase Survival Bisnis, tutur Awaludin, tujuan perusahaan adalah perlindungan tenaga kerja, mengoptimalkan arus kas, dan menjaga kinerja keuangan.

"Kita dapat mencapai tujuan ini melalui berbagai penghematan finansial, yaitu mengurangi biaya operasional, meningkatkan efisiensi item pengeluaran, dan menghilangkan biaya non-produktif," ujarnya,

Awaluddin mengatakan penghematan biaya operasional telah berjalan dengan menyesuaikan pola operasional bandara, seperti mengurangi penggunaan fasilitas non-prioritas karena frekuensi penerbangan di 19 bandara juga berkurang.

Hingga Januari 2020, rata-rata penerbangan masih sekitar 2.169 penerbangan per hari, tetapi pada 1-21 April rata-rata penerbangan turun menjadi hanya 650 penerbangan per hari.

Dia berharap penyesuaian pola operasional dapat menghemat biaya operasional hingga 25% hingga 30%, sekaligus mendukung aspek kesehatan pekerja melalui konsep kerja dari rumah dan sistem daftar dan tim split serta proyek split.

"Berbagai penghematan yang dilakukan hari ini kami sebut dengan Kepemimpinan Biaya, dan dapat mendukung kekuatan kas atau posisi kas perusahaan," jelas Awaluddin.

Selain melakukan penghematan, Angkasa Pura II menjalankan sejumlah strategi dalam fase Survival Bisnis untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan memperluas portofolio bisnis untuk mengamankan pendapatan.

Hingga akhir tahun ini, pendapatan perusahaan diperkirakan mencapai 60% hingga 70% dari target awal sebesar Rp12,8 triliun, yang ditetapkan sebelum pandemi global Covid-19.

“Jumlah penumpang pesawat saat ini menurun yang berdampak pada pendapatan penerbangan, namun kami akan meningkatkan pendapatan dari sektor lain seperti memaksimalkan pemanfaatan aset bermasalah seperti tanah kosong, serta dari komersial, ritel, dan sebagainya," ungkapnya.

Awaludin berharap pendapatan dari manajemen kargo juga menjadi lebih baik. Hal lain, perusahaan juga meninjau untuk mendiversifikasi portofolio anak perusahaan melalui kemitraan strategis.

Fase Kelangsungan Hidup Bisnis ini dilakukan oleh Angkasa Pura II selama penyebaran Covid-19 masih terjadi.

Dia menegaskan Angkasa Pura II tetap berkomitmen untuk menjaga konektivitas transportasi udara nasional dengan memprioritaskan aspek kesehatan, keamanan dan keselamatan, serta berusaha menjaga kinerja keuangan perusahaan di tengah pandemi Covid-19. (hlz/hlz)


Komentar