Sabtu, 30 Mei 2020 | 02:18 WIB

Visit our social media :
Home / Regulation / General News
Kamis, 07 Mei 2020 12:30

Viral Jenazah ABK Indonesia Dibuang ke Laut, Kemenhub: Pelarungan Ada Aturannya

Translog Today
(repro)

JAKARTA -

Kementerian Perhubungan ikut angkat bicara menanggapi video viral yang menyebutkan jenazah anak buah kapal (ABK) Indonesia di kapal berbendera China dibuang ke laut beberapa waktu lalu.

Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga menjelaskan bagaimana seharusnya penanganan jenazah di kapal yang sedang berlayar. Selain itu, Kemenhub berjanji keluarga almarhum akan mendapatkan hak-haknya berupa pembayaran gaji selama bekerja sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya ABK berkewarganegaraan Indonesia di kapal penangkap ikan berbendera Tiongkok yang sedang berlayar,” kata Direktur Perkapalan dan Kepelautan Capt. Sudiono, Kamis (7/5).

Dia mengatakan telah menghubungi pihak perusahaan dan memastikan hak-hak yang bersangkutan, seperti gaji, dana duka, asuransi dan lain sebagainya dapat dipenuhi.

Capt. Sudiono mengingatkan kepada WNI yang berprofesi sebagai pelaut dan ingin bekerja di kapal berbendera Indonesia ataupun asing, serta pemilik kapal dan perusahaan keagenan awak kapal (manning agent) agar lebih memahami, menaati dan mengikuti prosedur yang telah dibuat dan ditetapkan oleh pemerintah.

Ketentuan itu termasuk bagi perusahaan keagenan awak kapal dimana berdasarkan aturan yang berlaku harus memiliki SIUPPAK (Surat Izin Usaha Perekrutan dan Penempatan Awak Kapal).

"Dengan memilih perusahaan keagenan awak kapal yang telah memiliki SIUPPAK tentunya akan lebih terjamin perlindungan bagi pelaut yang berlayar dan jika terjadi permasalahan di kapal dapat dengan mudah ditelusuri," jelas Capt. Sudiono.

Lalu, bagaimana sebenarnya aturan penanganan ABK yang meninggal saat sedang berlayar?

Capt. Sudiono menjelaskan penanganan ABK yang meninggal saat kapal berlayar sudah diatur dalam dalam ILO Seafarer’s Service Regulation, Circular letter International Maritime Organization (IMO) No.2976 2 July 2009.

Regulasi ini berisi Voluntary implementation of IMO resolution A.930(22) concerning Guidelines on provision of financial security in case of abandonment of seafarers and of IMO resolution A.931(22) concerning Guidelines on shipowners’ responsibilities in respect of contractual claims for personal injury to or death of seafarers.

Selain itu, ketentuan Internasional (international medical guide for ships) maupun Nasional (KUHD) yang menyebutkan salah satu penanganan jenazah dilakukan dengan melarungkan ke laut.

Selain dilarung ke laut, jelas Capt. Sudiono, ada penanganan lain jika memang diduga jenazah tersebut berpotensi menyebarkan penyakit berbahaya bagi ABK lain yaitu dapat disimpan di dalam freezer sampai tiba di pelabuhan berikutnya (jika kapal memiliki freezer), atau jenazah dapat dikremasi dan abunya diberikan kepada pihak keluarga.

"Artinya jika tidak ada fasilitas penyimpanan yang sesuai untuk menangani jenazah di kapal dan jenazah sakit diduga dapat menular ke ABK lainnya serta jarak dan waktu tempuh ke pelabuhan tidak memungkinkan untuk dilakukan dalam waktu singkat, maka sesuai ketentuan yang berlaku dalam ILO Seafarer’s Service Regulation, jenazah tersebut dilarung ke laut," kata Capt. Sudiono.

Capt. Sudiono juga menjelaskan, karena yang bersangkutan bekerja di kapal asing maka aturan yang berlaku pada kapal tersebut adalah peraturan negara bendera kapal tersebut. 

Saat ini, kejadian yang dialami ABK WNI yang bekerja di kapal penangkap ikan berbendera China itu sudah ditangani oleh Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub terus memonitor kejadian ini.

Sebelumnya, dalam video yang dirilis oleh kanal berita MBC pada Selasa (5/5), disebutkan para ABK Indonesia  mendapat perlakuan tak layak di atas kapal penangkap ikan tersebut.

Mereka, misalnya mengeluh tak mendapat air minum layak serta jam kerja memadai. Bahkan, dari video itu nampak seorang ABK kapal melempar jenazah ABK WNI yang telah meninggal dunia di tengah laut. (hlz/hlz)


Komentar