Sabtu, 30 Mei 2020 | 01:47 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Jumat, 15 Mei 2020 14:59

Akrtivitas Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Priok Diliburkan saat Lebaran

Translog Today
(Kemenperin)

JAKARTA -

Kantor Otoritas Pelabuhan Utama (OP) Tanjung Priok meliburkan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta selama dua hari pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H yang jatuh pada Minggu (24/5) dan Senin (25/5).

Sehari sebelum Idul Fitri (H-1) yang jatuh pada Sabtu (23/5) malam atau malam takbiran bongkar muat juga akan diliburkan pada shift II dan III, akan tetapi shift I tetap bekerja seperti biasa.

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama (Ka OP) Tanjung Priok Jece Julita Piris menyatakan diliburkannya aktivitas bongkar muat (B/M) itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) No.UM.006/9/20/OP.TPK.20 Tentang Pengaturan Jam Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Priok Pada Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H / 2020.

"Ada Surat Edaran dari Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, aktifitas B/M diliburkan selama Hari Raya Idul Fitri, pada H1 dan H2 serta shift II dan III pada H-1," ungkapnya, Jumat (15/5).

Pada surat edaran yang diterbitkan pada 21 April 2020 itu disebutkan bahwa sehubungan dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1441 H / 2020 dan untuk mendukung produktivitas bongkar muat di Tanjung Priok diperlukan penyesuaian jam kerja bongkar muat selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Pada SE tersebut dinyatakan libur bongkar muat dimulai pada malam Lebaran / malam takbiran (H-1), yaitu pada Shift II (jam kerja pukul 16.00 -23.30) dan Shift III (mulai pukul 00.00 - 08.00). Sedangkan paginya pada Shift I, dengan jam kerja mulai pukul 08.00 - 15.30 WIB masih beroperasi seperti biasa.

Kepala OP meminta para pihak yang terkait menyelesaikan proses pembongkaran/pemuatan diselesaikan sampai akhir Shift I pada H-1. Namun, jika kemudian terdapat kegiatan atau pekerjaan pada saat libur yang bersifat mendesak (urgent) dapat dilaksanakan berdasarkan kesepakatan antara pihak Terminal Operator (PBM), Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), dan Koperasi TKBM, serta pihak terkait lainnya.

"Dengan terbitnya SE dari OP yang menyatakan bahwa H1 dan H2 Idul Fitri libur untuk aktivitas bongkar muat, maka Kami (OP) mengintruksikan untuk menyelesaikan proses bongkar muat pada shift I malam lebaran (H-1), jadi tidak ada masalah selama libur," kata Jece.

Namun, apabila terdapat aktivitas bongkar muat yang bersifat mendesak maka akan tetap dilakukan berdasarkan kesepakatan pihak terkait. “Karena memang tidak mungkin berhenti total selama dua hari. Kalaupun ada kapal masuk atau pun keluar tetap akan dilayani," ujarnya.

Oleh sebab itu, jam operasional kerja maupun libur tersebut dapat disosialisasikan lebih mendetail lagi kepada pengguna jasa atau pihak terkait.

"Misalkan pada H2 itu apakah total atau tidak, kalau ada beberapa shift sudah mulai operasional, sebaiknya diinformasikan mendetail kepada pengguna jasa sehingga perusahaan pelayaran juga bisa mempersiapkan," kata Jece. (hlz/hlz)


Komentar