Minggu, 05 Juli 2020 | 20:58 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Minggu, 31 Mei 2020 18:37
Dampak Covid-19

Ditopang Kinerja Anak Usaha, IPC Raup Pendapatan Rp3,5 Triliun

Translog Today
(IPC)

JAKARTA -

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC membukukan pendapatan Rp3,5 triliun selama Januari-April 2020, meskipun arus peti kemas turun 4,8% pada periode tersebut.

“Memang trafik peti kemas turun, pendapatan perseroan masih terjaga. Salah satu penopangnya adalah tumbuhnya kinerja beberapa anak perusahaan,” ungkap Direktur Utama IPC Arif Suhartono, Minggu (31/5).

Sebagai contoh, paparnya, kinerja PT Jasa Armada Indonesia (JAI) tumbuh signifikan. Pada kuartal pertama, pendapatan usaha anak perusahaan IPC ini naik 20% dibandingkan periode yang sama 2019 dari Rp154 miliar menjadi Rp184 miliar.

Arif mengakui pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak besar bagi perekonomian nasional dan global. Namun IPC terus berupaya meminimalkan dampak tersebut jauh-jauh hari.

“Salah satu antisipasi yang kami lakukan adalah mengatur penugasan yang efektif di seluruh terminal, sehingga semua kapal yang bersandar terlayani sesuai jadwal kedatangan. Sejak awal virus corona merebak, IPC tetap beroperasi dan memastikan semua aktivitas kapal barang di pelabuhan terlayani,” jelasnya.

Sejauh ini, IPC belum merevisi target pendapatan tahun 2020. Perseroan masih melihat situasi hingga akhir Juni untuk merevisi target-target tahun 2020. Pada 2019, IPC mencatat pendapatan usaha Rp11,14 Triliun, dengan laba bersih Rp2,50 triliun.

Dengan mulai bergeraknya perekonomian di beberapa negara, seperti China, yang menjadi penyumbang terbesar arus peti kemas di Tanjung Priok, IPC berharap kinerja perseroan terus terjaga. Selama Januari-April 2020, arus peti kemas Tanjung Priok tercatat 2,12 juta TEUs.

“Kita harapkan di era normal baru ini pandemi Covid-19 bisa dikendalikan sehingga perkonomian global bergerak, dan arus peti kemas bisa meningkat hingga kuartal keempat tahun ini,” kata Arif. (hlz/hlz)


Komentar