Selasa, 24 November 2020 | 10:35 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Jumat, 05 Juni 2020 15:30

Dual Cycle Operation, Inovasi Baru JICT Pangkas Biaya dan Waktu Bongkar Muat Peti Kemas

Translog Today
(JICT)

JAKARTA -

Jakarta International Container Terminal (JICT) terus mengembangkan inovasi yang berdampak pada efisiensi biaya dan waktu, salah satunya yakni inovasi kegiatan bongkar muat peti kemas bernama Dual Cycle Operation.

InovasI ini menggabungkan kegiatan pembongkaran sekaligus pemuatan peti kemas dari dan ke atas kapal serta pengangkutan kelapangan dengan satu rangkaian putaran truk yang sama.

Operasi Dual Cycling ini membuat kegiatan crane dermaga beroperasi dengan lebih efisien. Bukan hanya itu, uji coba ini juga mengurangi pemakaian bahan bakar truk yang mengangkut peti kemas dari dermaga ke lapangan dan sebaliknya, juga membuat ketahanan mesin menjadi lebih lama (tidak cepat aus).

“Kami sedang mencoba untuk menganalisa dampak terhadap lingkungan. Bahan bakar yang lebih hemat dan penggunaan emisi yang terukur memungkinkan inovasi ini juga berdampak sangat baik agar JICT terus menjadi terminal yang ramah lingkungan,” ujar Gunta Prabawa, Direktur Utama PT JICT, Jumat (5/6).

JICT

Dengan bangga dia menyampaikan bahwa Uji Coba Dual Cycling Operation tersebut telah membawa angin segar. Pada Kamis (4/6) kemarin, Kapal Hongkong Bridge yang dilayani dengan metode ini berhasil selesai 12 jam lebih cepat dari jadwal original plan. GCR 32,80 Gerakan per Jam (Mph) dan  VOR 141.18 gerakan per jam (mph).

“Ini menunjukkan semangat yang tetap terjaga dalam bekerja dan pencarian inovasi-invovasi yang terus ditumbuhkan di JICT untuk dapat terus memenuhi kebutuhkan pelanggan di masa pandemi Covid-19 saat ini,” kata Gunta.

Dia mengungkapkan, pelayaran yang telah menggunakan layanan ini di JICT, antara lain adalah CMA, SITC, Yanming dan Sinokor.

Selain Dual Cycling Operation, lanjut Gunta, JICT juga sedang melakukan review terhadap serangkaian rencana kelanjutan bisnis.

“Ini akan kami paparkan nanti. Tapi saat ini yang terpenting bagi kami adalah tetap menjaga perusahaan ini agar insan yang bekerja di dalamnya, dan stakeholder yang berhubungan dengan kami, dapat tetap kuat dan selamat tanpa terpapar Covid 19,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Gunta, pada Mei lalu JICT telah membentuk Gugus Tugas Covid 19 baru yang menguatkan Satgas Covid yang telah dibentuk pada Maret, sekaligus memperbaharui SOP dan protokol yang semakin dikembangkan dan disesuaikan. (hlz/hlz)


Komentar