Selasa, 28 September 2021 | 16:32 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Railway
Sabtu, 05 Juni 2021 19:38

Layanan Angkutan Logistik KA Jalur TPS - Stasiun Kalimas Beroperasi Lagi

Ayu Puji
(Pelindo III)

SURABAYA - Layanan angkutan logistik kereta api yang menghubungkan Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dengan Stasiun Kalimas Tanjung Perak beroperasi kembali mulai Juni 2021, setelah terakhir beroperasi pada 30 Maret 2016.

Reaktivasi jalur KA logistik itu menyusul penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara TPS, BMC Logistics, PT Krakatau Jasa Logistik (KJL) dan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) pada 29 April 2021, bertepatan dengan momen HUT TPS.

Dalam MoU tersebut, keempat perusahaan sepakat bekerja sama dalam kegiatan pengangkutan petikemas dari dan ke Terminal Petikemas Surabaya dengan moda transportasi kereta api.

Uji coba jalur KA angkutan logistik relasi TPS - Stasiun Kalimas telah dilakukan pada Selasa (25/5) dan berjalan lancar. Lalu pada Kamis (3/6) dilakukan reaktivasi angkutan logistik KA yang terintegrasi dengan terminal petikemas di TPS.

Acara tersebut dihadiri oleh Dirut PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo, Dirut Pelindo III Boy Robyanto, Dirut TPS Dothy, Dirut BMC Logistik, Dirut KBS dan Dirut KJL.

"Kerja sama ini juga merupakan upaya dalam mendukung program Kementerian BUMN untuk terus bersinergi, dalam hal ini sinergi antara KAI dan Pelindo III," ungkap Dothy.

Dia berharap kerja sama pengoperasian kembali jalur KA itu memberikan nilai lebih bagi industri logistik dan kepelabuhanan nasional yang semakin berdaya saing.

Sementara itu, Didiek Hartantyo mengatakan, jalur KA yang terintegrasi dengan TPS akan memberikan kemudahan bagi pemilik barang atau pelaku usaha angkutan logistik yang akan mengirimkan barang dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Dia juga berharap TPS yang terintegrasi kembali dengan angkutan KA dapat berkontribusi terhadap kemajuan angkutan logistik nasional yang efektif, efisien, dan dapat mengurangi beban logistik di jalan raya.

"Reaktivasi jalur kereta api yang terintegrasi dengan TPS selaras dengan visi KAI yaitu menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia," ujar Didiek.

Pada kesempatan yang sama, Boy Robyanto mengatakan jalur KA di TPS diharapkan mampu mendukung kelancaran arus distibusi barang, baik yang menuju pelabuhan maupun keluar dari pelabuhan.

Menurut dia, penggunaan kereta api dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas yang teradi di jalan raya. Selain itu, mempercepat pergerakan barang karena KA memiliki jalur khusus yang bebas dari hambatan.

Boy Robyanto menambahkan, selain di Pelabuhan Tanjung Perak jalur KA juga terdapat di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Jalur tersebut berada di area Terminal Petikemas Semarang yang terhubung dengan Stasiun Tawang.
"Kami berharap setelah reaktivasi jalur kereta api di TPS yang merupakan bagian dari Pelabuhan Tanjung Perak, dapat segera disusul dengan reaktivasi jalur kereta api lainnya seperti yang ada di Pelabuhan Tanjung Emas," ujarnya.

Jalur TPS - Stasiun Kalimas kembali diaktifkan setelah terakhir beroperasi pada 30 Maret 2016. PT KAI telah melakukan berbagai persiapan sebelum jalur itu dinyatakan laik beroperasi, di antaranya pembongkaran material yang menutupi jaln rel, penggantian wesel dan bantalan rel baru, serta memperbaiki posisi rel.

Setelah proses reaktivasi, Terminal Petikemas Surabaya kini memiliki dua jalur KA yang masing-masing mampu mengakomodir angkutan KA Barang Petikemas dengan rangkaian 10 GD, sehingga total kapasitas muat TPS menjadi 20 GD berkapasitas 40 TEUs.

Pengaktifan kembali jalur tersebut merupakan salah satu wujud implementasi MoU antara KAI dan Pelindo III sebagai induk usaha TPS yang dilakukan pada November 2020 lalu.

Dengan adanya kegiatan pengangkutan petikemas menggunakan kereta api sebagai moda transportasi, tentu memperkaya alternatif distribusi barang bagi pelanggan, selain menggunakan truk sebagai moda transportasi hinterland yang tersedia selama ini. (hlz/hlz)


Komentar