Selasa, 28 September 2021 | 17:48 WIB

Visit our social media :
Home / Logistic / Industry
Senin, 14 Juni 2021 20:13

Pelindo IV Gandeng Mitra Strategis Dorong Produksi Crane di Dalam Negeri

Translog Today
Container crane

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) mendorong produksi crane nasional dengan menggandeng sejumlah mitra strategis melalui penandatanganan memorandum of understanding (MoU) pengadaan crane produksi dalam negeri.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Direktur Teknik PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Prakosa Hadi Takariyanto dan Direktur Utama PT Equiport Inti Indonesia (anak usaha Pelindo IV) Muhammad Ayub Rizal bersama pimpinan sejumlah mitra strategis di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Senin (14/6/2021).

Mereka adalah Senior Vice President BU Port Cranes Jussi Rautiainen dan Senior Vice President BU Solutions Mikko Lepistö mewakili Konecranes Finland Corporation, dan Dirut PT Krakatau Steel (Persero) Silmy Karim.

Selain itu, Dirut PT Barata Indonesia (Persero) Fajar Harry Sampurno, Dirut PT Bakrie Metal Industries R. Atok Hendrayanto Tejolaksono, Dirut PT Gunanusa Utama Fabricators Eddy Riyanto dan Dirut PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi, Dwi Johardian.

Dirut Pelindo IV Prasetyadi mengatakan sinergi tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah mendorong pemulihan ekonomi dengan pengoptimalan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada proyek strategis dan manufaktur di Indonesia.

"Upaya ini guna memacu produktivitas dan daya saing industri nasional di tengah kondisi perdagangan dunia yang belum membaik," kata Prasetyadi dalam sambutan yang dibacakan Direktur Teknik Pelindo IV Prakosa Hadi Takariyanto.

Dia mengatakan, Pelindo IV sebagai BUMN berkewajiban untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional dan menginisiasi pemberdayaan perusahaan nasional yang terlibat dalam kegiatan operasional di pelabuhan, khususnya dalam proses pengadaan alat.

"Kami menyadari bahwa inisiasi kami tidak akan mungkin dapat berjalan tanpa melibatkan berbagai pihak baik dari kalangan sesama BUMN, BUMS dan perusahaan manufaktur yang ada di Indonesia," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, penandatanganan MoU ini untuk menindaklanjuti inisiasi pemberdayaan perusahaan nasional dalam pengadaan alat pelabuhan dengan membentuk komitmen bersama guna bersinergi meningkatkan komponen lokal dan efisiensi biaya dalam pengadaan alat, khususnya untuk kegiatan handling peti kemas atau crane.

Pihaknya juga mengapresiasi antusiasme dan dukungan yang diberikan kepada Pelindo IV untuk menyukseskan rencana kerja sama ini.

Menurut Prasetyadi, pengadaan alat berupa crane sangat diperlukan karena saat ini Pelindo IV memiliki program pengembangan pelabuhan di beberapa wilayah kerja yang sebagian masuk dalam program strategis pemerintah.

Dia berharap, pemberdayaan industri dalam negeri melalui peningkatan kandungan lokal ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dan menjadi penggerak ekonomi dalam negeri serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Sementara itu, Senior Manager Peralatan Pelabuhan Pelindo IV Muhajir Djurumiah mengungkapkan, penandatangan MoU tersebut merupakan tindak lanjut dari rencana pembangunan crane di dalam negeri, dimana Pelindo IV nantinya sebagai pembeli untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

Selama ini, tuturnya, untuk memenuhi kebutuhan crane pihaknya melakukan impor dan itu nilainya cukup besar. Sehingga melalui konsorsium beberapa BUMN dan Badan Usaha Nasional lainnya, mulai tahun ini akan dilakukan pembangunan crane di dalam negeri.

Selain sebagai bentuk sinergi, lanjut Muhajir, dampaknya ke depan adalah memberdayakan industri nasional dan meningkatkan lapangan kerja. Selain itu, mengurangi ketergantungan terhadap impor, meningkatkan daya saing industri nasional, keberpihakan terhadap produk dalam negeri, serta transfer knowledge.

Menurut dia, selain container crane (CC), RTG (Rubber Tyred Gantry) crane juga merupakan kebutuhan utama di pelabuhan. "Kalau truk kan sudah banyak diproduksi dalam negeri."

Pada tahap awal, Pelindo IV akan membeli 10 unit crane untuk memenuhi kebutuhan di Makassar New Port (MNP) yang akan beroperasi penuh mulai 2023. Selanjutnya juga untuk memenuhi kebutuhan CC di pelabuhan kelolaan lainnya.

Selain 10 unit CC, BUMN operator pelabuhan ini juga membutuhkan 24 unit RTG crane untuk pengoperasian penuh MNP jika pembangunannya sudah rampung semua.

Dia berharap, inisiatif yang dimulai oleh Pelindo IV ini memicu perusahaan lain untuk ikut memikirkan bagaimana memberdayakan industri nasional dengan mengurangi impor atau membeli produk dalam negeri.

"Adapun keterlibatan anak usaha Pelindo IV dalam sinergi ini karena PT Equiport Inti Indonesia selama ini yang melakukan layanan purna jual terhadap semua peralatan pelabuhan yang dimiliki oleh perseroan," jelas Muhajir. (hlz/hlz)


Komentar