Selasa, 28 September 2021 | 16:38 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Jumat, 16 Juli 2021 22:14

Sistem CEISA Bea dan Cukai Ngadat, IPC Antisipasi Kekacauan di Pelabuhan Tanjung Priok

Translog Today
(IPC TPK)

JAKARTA - Gangguan sistem Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) Bea dan Cukai dalam beberapa hari terakhir menyebabkan pelayanan bongkar muat kapal di Pelabuhan Tanjung Priok tersendat.

Akibat gangguan pada sistem tersebut, terjadi penumpukan barang lebih dari biasanya di lapangan impor dan sebaliknya lebih sedikit di lapangan ekspor. Meskipun demikian, pelayanan bongkar muat kapal di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu diupayakan tetap berjalan normal.

Untuk mengantisipasi potensi kongesti di pelabuhan sebagai dampak dari gangguan Sistem CEISA tersebut, terminal-terminal di Pelabuhan Tanjung Priok melakukan beberapa aksi penanggulangan.

EVP Sekretariat Perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC Ali Mulyono mengatakan, antisipasi yang dilakukan antara lain memanfaatkan lapangan ekspor untuk penumpukan kontainer impor, melakukan unlock capacity dengan optimalisasi lahan yang ada dan pemindahan lokasi sebagian kontainer impor ke Tempat Penumpukan Sementara (TPS) lini 2.

"Terminal juga bekerja sama dengan pihak Bea Cukai Tanjung Priok dalam pelaksanaan transaksi manual, baik ekspor untuk Nota Pelayanan Ekspor (NPE) maupun impor untuk Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB)," katanya, Kamis (15/7).

Dia memprediksi bakal terjadi Yard Occupancy Rate (YOR) yang tinggi pada Sabtu dan Minggu (17-18 Juli 2021) di semua terminal internasional.

Menurut dia, IPC telah melakukan rapat kordinasi bersama Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Syabandar Tanjung Priok, Bea Cukai Tanjung Priok dan seluruh terminal di wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Priok untuk mengantisipasi kemacetan yang mungkin timbul apabila aplikasi CEISA kembali normal.

Pihaknya juga memprediksi akan terjadi rush hour di mana pengambilan atau pengiriman petikemas dari dan ke terminal secara bersamaan dan berpotensi mengakibatkan kepadatan pada saat yang sama.

"IPC akan memberlakukan kebijakan extend closing time serta pembebasan denda atau keringanan storage progressive," ungkap Ali Mulyono.

Sebagai informasi, sejak beberapa hari lalu, sistem layanan CEISA yang digunakan Bea Cukai dalam pelayanan kepabeanan dan cukai mengalami gangguan pada sisi database karena adanya force majeure di sistem IT. (hlz/hlz)


Komentar