Selasa, 28 September 2021 | 18:05 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Sabtu, 17 Juli 2021 14:20
Dampak Gangguan Sistem CEISA

Lapangan Penumpukan di Tanjung Priok Terancam Overload, Ini Langkah IPC

Translog Today
(IPC)

JAKARTA - Kepadatan lapangan penumpukan di Pelabuhan Tanjung Priok terus meningkat dan diperkirakan rata-rata mencapai 100% akhir pekan ini akibat gangguan sistem Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) Bea Cukai sejak beberapa hari lalu.

Berdasarkan data PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC, saat ini Yard Occupancy Ratio (YOR) rata-rata di sejumlah terminal di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu sudah di atas 70% dan diprediksi mencapai 100% pada Minggu, 18 Juli 2021.

Menyikapi perkembangan itu, IPC dengan para operator terminal Pelabuhan Tanjung Priok menyepakati langkah-langkah antisipasi dampak gangguan sistem CEISA Bea Cukai, antara lain dengan memastikan kesiapan peralatan baik alat utama maupun alat penunjang serta manpower di demaga dan lapangan.

"Kami juga mengimbau pihak pelayaran agar menginformasikan pada pemilik barang (cargo owner) untuk jadwal pengambilan barang menyesuaikan dengan kondisi traffic masing-masing terminal sebagai antisipasi lonjakan truk yang akan datang," ujar EVP Sekretariat Perusahaan IPC Ali Mulyono, Sabtu (17/7).

Dia mengatakan, IPC aka memastikan pelayanan operasional bongkar muat, receiving dan delivery, gate, billing dan dokumen di semua terminal tetap berjalan normal 24/7 dan memberlakukan non-stop operasi atau istirahat bergantian sehingga tidak ada layanan yang terhenti.

Guna memaksimalkan area lapangan penumpukan, paparnya, IPC akan melakukan penumpukan peti kemas impor dan ekspor pada lapangan penumpukan yang sama dab memanfaatkan lapangan ekspor untuk penumpukan peti kemas impor.

Langkah lainya, yakni melakukan unlock capacity dengan optimalisasi lahan yang ada, serta pemindahan lokasi sebagian peti kemas impor ke Tempat Penumpukan Sementara lini 2.

IPC juga telah berkoordinasi langsung dengan Bea Cukai yang menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain Bea Cukai berkomitmen untuk mempermudah persetujuan Pemindahan Lokasi Penimbunan (PLP)/ Over Brangen (OB) agar seluruh terminal operasi dapat mempercepat proses PLP.

Selain itu, menyepakati bahwa dalam kondisi darurat, terminal operasi dapat memakai lapangan Non Tempat Penimbunan Sementara (TPS) untuk dijadikan TPS impor.

"Kami mengambil kebijakan untuk memberikan keringanan berupa pembebasan denda Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) dan Surat Penyerahan Petikemas (SP2) bagi peti kemas yang terdampak akibat gangguan sistem CEISA," kata Ali Mulyono. (hlz/hlz)


Komentar