Selasa, 28 September 2021 | 18:05 WIB

Visit our social media :
Home / General News / Law
Kamis, 22 Juli 2021 19:31
Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61

Jaksa Agung: Penegakan Hukum Harus Bermanfaat bagi Masyarakat, Gunakan Hati Nurani

Translog Today

JAKARTA - Jaksa Agung RI ST Burhanuddin mengatakan dalam perkembangan global saat ini, segala sesuatunya bergerak dengan cepat melampaui batas ruang dan waktu, Kejaksaan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Peran Kejaksaan sebagai aparat penegakan hukum semata-mata tidak lagi berorientasi pada kepastian dan keadilan, melainkan harus mampu memberikan kemanfaatan hukum bagi masyarakat," ujarnya pada Upacara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 Tahun 2021 secara virtual dari ruang kerja di Gedung Menara Kartika Adhyaksa Kebayoran Baru Jakarta, Kamis (22/7).

Dia menyebutkan, dalam perkembangannya, kemanfaatan penegakan hukum sangatlah dibutuhkan dalam proses pembangunan dalam menciptakan kondisi yang mendukung dan mengamankan pelaksanaan pembangunan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Pembangunan ekonomi, kata Burhanuddin, akan kokoh apabila ditopang oleh hukum yang kuat dan Kejaksaan sebagai institusi penegak hukum harus dapat memegang peranan sebagai aktor intelektual yang mampu menyeimbangkan neraca keadilan yang tersirat dengan kepastian hukum yang tersurat.

Sehingga proses penegakan hukum yang dilakukan akan mampu memberikan kemanfaatan pada setiap proses pembangunan. "Dalam arti lain, proses penegakan hukum haruslah seiring dan tidak boleh menghambat jalannya pembangunan dan roda perekonomian," ungkapnya.

Burhanuddin menyebutkan dalam kondisi Covid-19 saat ini, perekonomian negara sedang terpukul dan memerlukan banyak sumber daya ekonomi.

Oleh karena itu, lanjutnya, melalui kewenangan yang dimiliki, Kejaksaan harus mampu membuat berbagai macam karya, terobosan, dan inovasi yang dapat mendukung penguatan ekonomi nasional.

Selain itu, harus memiliki inisiatif untuk mendampingi dan mengamankan setiap program pemerintah dalam proses pembangunan dan pemulihan ekonomi nasional, serta memperbanyak dan mengoptimalkan upaya pemulihan, pengembalian, dan penyelamatan keuangan negara.

Jaksa Agung menyampaikan saat ini semua rakyat Indonesia sedang berjuang melawan wabah virus Covid-19.Tentunya Kejaksaan memiliki tanggung jawab besar untuk berperan aktif dalam pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

"Kita harus memiliki kepedulian serta inisiatif untuk terlibat dalam setiap kegiatan yang dilakukan bersama-sama dengan Pemerintah Daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian," ujarnya.

Dia meminta segenap jajaran Kejaksaan untuk mengerahkan segala sumber daya dan kewenangan yang ada guna mengamankan serta menjaga ketersediaan dan kestabilan harga obat, alat kesehatan, dan oksigen medis yang saat ini sangat dibutuhkan oleh rakyat, serta berperan aktif dalam mengakselerasi program vaksinasi nasional.

Gunakan Hati Nurani

Selain itu, dalam rangka percepatan pengendalian wabah Covid-19, di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat (Level 4), harus didukung dan dipastikan keberhasilan pelaksanaannya.

"Gunakan hati nurani manakala saudara terpaksa harus menindak masyarakat yang tidak mau mematuhi ketentuan PPKM Darurat," ujarnya.

Burhanuddin mengingatkan agar pelanggar dikenakan sanksi yang tegas namun terukur dan pastikan sanksi yang dikenakan mampu memberikan efek jera. Terapkanlah tuntutan yang proporsional berdasarkan hati nurani.

Dia tidak mengharapkan pada situasi sulit saat ini, hukum menjadi alat ‘pemiskinan' bagi rakyat kecil. Hukum yang tegas bukan berarti memberlakukan hukuman yang berat.

"Hukum yang tegas adalah hukum yang terukur dan proporsional, yang mampu memberikan kemanfaatan bagi semua dan dapat mengubah perilaku pelanggar untuk tidak melakukan perbuatan pidana lagi," ungkap Jaksa Agung. (hlz/hlz)


Komentar