Selasa, 24 Mei 2022 | 21:45 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Selasa, 08 Maret 2022 17:28

Presiden Jokowi Optimistis Pelabuhan Patimban Bisa Ekspor 180.000 Kendaraan per Tahun

Translog Today

PATIMBAN - Presiden Joko Widodo optimistis ekspor kendaraan bermotor melalui Car Terminal Pelabuhan Patimban bisa mencapai 180.000 unit mobil pada tahun ini.

"Sebelumnya direncanakan tahun ini bisa ekspor kurang lebih 160.000 kendaraan. Tetapi melihat progres tiga bulan ini, bisa naik menjadi 180.000 kendaraan per tahun," ungkapnya.

Dia menyampaikan hal itu saat meninjau langsung aktivitas kegiatan ekspor kendaraan yang tengah berlangsung di Pelabuhan Patimban pada Selasa (8/3/2022).

Pada kegiatan itu, Presiden didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyaksikan ekspor kendaraan ke Filipina menggunakan Kapal Trans Harmony 2 Panama.

Presiden mengatakan pemerintah akan terus memacu kinerja Pelabuhan Patimban agar bisa melayani lebih banyak pengangkutan kendaraan, baik untuk ekspor maupun domestik.

"Ekspor ke Filipina, Brunei Darrusalam, Jepang, dan Vietnam sebagai awal. Nanti akan dikembangkan ke negara-negara lain, sehingga satu bulan ditargetkan bisa 15.000 kendaraan diekspor dari Patimban. Ini artinya industri kita terus bergerak meskipun di tengah pandemi," ujarnya.

Presiden berharap keberadaan Pelabuhan Patimban dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menhub menjelaskan Pelabuhan Patimban akan berkolaborasi dengan Pelabuhan Priok menjadi hub baru yang besar.

"Visinya adalah bagaimana kita membuat suatu titik baru kegiatan ekspor selain di Priok yang memiliki masalah kemacetan. Dengan makin banyaknya kegiatan ekspor, maka diharapkan terjadi pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Pada tahun 2027, tutur Menhub, Pelabuhan Patimban ditargetkan memiliki kapasitas yang sama dengan Priok yaitu sekitar 7.5 juta TEUs peti kemas dan 600.000 kendaraan per tahun.

Selain Pelabuhan Patimban, pemerintah juga akan membangun Balai Uji Kendaraan Bermotor (Proving Ground) di Bekasi, sehingga kendaraan yang dibuat di Indonesia dan akan diekspor ke luar negeri bisa langsung dilakukan pengujian di Indonesia.

Menurut Menhub, Indonesia memiliki potensi kemampuan industri manufaktur dan pasar domestik yang kuat yang dapat menjadi daya tarik bagi para investor.

"Jadi pelabuhan kita siapkan, pendukung industri kendaraannya juga disiapkan. InsaAllah 2027 kita leading di Asia Tenggara," ungkap Menhub. (hlz/hlz)


Komentar