Kamis, 13 Mei 2021 | 08:55 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Trucking
Senin, 05 April 2021 21:17

Asdeki Ungkap Penyebab Kemacetan di Marunda, Minta Pemerintah Bertindak

Translog Today
Kemacetan di kawasan Tanjung Priok (ilustrasi) (repro)

JAKARTA - Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) mengungkapkan kemacetan arus keluar masuk truk di kawasan Marunda Cilincing, Jakarta Utara, beberapa waktu terakhir disebabkan sejumlah faktor.

Menurut Ketua Umum Asdeki Muslan AR, kemacetan itu antara lain disebabkan kontainer masuk dan keluar depo terjadi dalam waktu yang bersamaan, ditambah lokasi depo berada dalam satu kawasan.

"Jalan menuju kawasan depo juga kurang memadai, apalagi saat jam masuk dan pulang kantor," ujarnya, Senin (5/4/2021).

Untuk mengurangi kemacetan, kata Muslan, perusahaan pelayaran besar semestinya menggunakan minimal dua depo di lakasi yang berbeda, misalnya lokasi di bagian barat, timur, utara dan selatan. Hal ini sekaligus akan berdampak pada persaingan dalam pelayanan depo.

"Keterlibatan pemerintah di kementerian terkait juga mempunyai andil yang sangat besar untuk selalu mengawasi dan berperan aktif dalam mengadakan pengawasan dan tindakan," lanjutnya.

Muslan mengatakan AD/ART Asdeki sebenarnya sudah mengatur ketentuan dan penjabaran terkait dengan persyaratan pendirian usaha depo peti kemas.

"Anggota Asdeki juga sudah mempunyai standar pelayanan operasional depo, seperti batas waktu pelayanan dan SOP pengambilan kontainer dan pengembalian kontainer di depo," ujarnya.

Meski demikian, dia memohon waktu untuk mengatasi persoalan kemacetan di kawasan itu, yang diakui menggangu dan merugikan para stakeholder dan pengemudi truk.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengungkapkan para pengemudi dan pengusaha truk mengeluhkan kemacetan yang terjadi tiap hari saat pengangkutan kontainer ekspor impor di New Priok Container Terminal One (NPCT-1), serta saat mengembalikan ataupun mengambil peti kemas kosong (empty) di depo G-Fortune dan Dwipa di kawasan Marunda.

Menurut Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan, sedikitnya ada empat persoalan yang harus menjadi perhatian IPC dan pengelola depo kontainer kosong di kawasan Marunda untuk mengurai kemacetan yang semakin parah.

"Aptrindo mendesak pemerintah melalui instansi tetkait harus turun tangan. Kami juga meminta adanya standar kinerja layanan/key performance indicator (KPI) di fasilitas depo peti kemas sejak gate in hingga gate out," tandasnya. (hlz/hlz)


Komentar